NTT Hari Ini

Selasa, 29 September 2026

240 Keluarga Manggarai Barat Memilih Hunian Sementara

Sebanyak 240 keluarga terdampak gempa di Manggarai Barat memilih hunian sementara. Verifikasi kerusakan masih berlangsung setelah 6.657 rumah tercatat rusak.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan papan kayu yang tersusun rapi untuk keperluan konstruksi.
Ilustrasi: Tumpukan papan kayu yang tersusun rapi untuk keperluan konstruksi. · Foto: Mark Stebnicki / Pexels

Labuan Bajo — Sebanyak 240 keluarga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Barat memilih tinggal di hunian sementara pada 29 September 2026 sambil menunggu kepastian hunian tetap.

Data kerusakan rumah masih dapat berubah karena verifikasi dampak gempa susulan terus berlangsung. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mencatat 6.657 rumah telah diverifikasi rusak akibat gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.

Rinciannya, 488 rumah masuk kategori rusak berat, 1.589 rumah rusak sedang, dan 4.580 rumah rusak ringan. Warga dengan rumah rusak berat mendapat dua pilihan penanganan dari pemerintah.

  • Memilih hunian sementara atau huntara.
  • Menerima Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600.000 per bulan sampai hunian tetap tersedia.

Dana Tunggu Hunian dibayarkan setiap tiga bulan. Sementara itu, huntara untuk 240 keluarga akan dibangun di lahan yang ditentukan warga terdampak. Bangunan tersebut dirancang berukuran sekitar 4 x 6 meter, dengan kamar tidur, ruang tamu, dan dapur.

Data per kabupaten penting untuk pemulihan Flores

Manggarai Barat berada di Pulau Flores. Rincian kerusakan pada tingkat kabupaten membantu pemerintah menentukan kebutuhan tempat tinggal, bantuan sewa, dan pembangunan hunian tetap secara lebih tepat. Angka tersebut juga perlu dibaca sebagai data yang masih diperbarui karena gempa susulan dapat menambah dampak pada bangunan.

Informasi ini tidak mewakili seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. Data yang tersedia dalam laporan merujuk khusus pada Kabupaten Manggarai Barat, sementara pilihan hunian dan bantuan ditujukan bagi keluarga terdampak di kabupaten tersebut.

Verifikasi lanjutan menjadi dasar pembaruan jumlah rumah rusak. Untuk keluarga yang telah memilih huntara, pembangunan dilakukan di lokasi yang ditetapkan bersama warga terdampak.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.