Apa hubungan angin lebih dari 25 knot dengan gelombang Laut Flores?
BMKG memperkirakan angin permukaan lebih dari 25 knot di Laut Flores bagian barat dan Laut Banda bagian selatan pada 22–28 September 2026. Angin ini dapat meningkatkan tinggi gelombang.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Flores — Angin permukaan lebih dari 25 knot masih berpotensi terjadi di Laut Flores bagian barat dan Laut Banda bagian selatan pada periode 22–28 September 2026. Kondisi ini dapat meningkatkan tinggi gelombang. Informasi tersebut disampaikan dalam prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG menyebut wilayah perairan itu perlu mendapat perhatian karena peningkatan kecepatan angin dapat memengaruhi kondisi gelombang. Aktivitas masyarakat di laut perlu menyesuaikan perkembangan cuaca dan gelombang selama periode prakiraan.
Angin lebih dari 25 knot dapat menaikkan gelombang
Hubungan angin dan gelombang terjadi ketika hembusan angin memberikan energi kepada permukaan laut. Semakin kuat angin dan semakin lama berlangsung, gelombang berpotensi menjadi lebih tinggi. Dalam laporan yang dirujuk, BMKG secara khusus mengaitkan angin permukaan lebih dari 25 knot dengan peningkatan tinggi gelombang di wilayah perairan terdampak.
Laut Flores bagian barat menjadi salah satu wilayah yang disebut. Wilayah lain adalah Laut Banda bagian selatan. Keduanya tercantum dalam prakiraan untuk 22–28 September 2026, sehingga pengguna perairan perlu memperhatikan informasi cuaca maritim dan arahan otoritas setempat.
Prakiraan ini tidak menyatakan bahwa seluruh perairan Nusa Tenggara Timur mengalami kondisi yang sama. Informasi berlaku pada wilayah laut yang disebut BMKG, terutama Laut Flores bagian barat dan Laut Banda bagian selatan.
Masyarakat yang melakukan aktivitas di laut perlu memantau pembaruan cuaca, memperhitungkan perubahan angin, serta memperhatikan kondisi gelombang sebelum berlayar. Nelayan dan operator kapal juga perlu mengikuti peringatan serta arahan keselamatan dari otoritas terkait.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores
Gempa M5,1 Mengguncang Lamba Leda, Dirasakan hingga Labuan Bajo
BMKG mencatat gempa bermagnitudo 5,1 di darat wilayah Lamba Leda, Manggarai Timur, pada 21 September 2026. Guncangan dirasakan di Manggarai, Bajawa, d…
Terbaru di Bencana

Berita utama hari ini

Baca juga



