NTT Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026

Asap Partikulat Terdeteksi hingga Kota Kupang

BMKG mendeteksi partikulat asap hingga Kota Kupang pada 8 Oktober 2026. Inversi atmosfer sekitar 2,8 kilometer dan 3,9 kilometer membuat asap lebih lama bertahan.

Oleh

· Peristiwa: · 2 menit baca

Kupang — Udara kabur menyelimuti Kota Kupang dan Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, pada 8 Oktober 2026. Citra satelit Himawari-9 menunjukkan sebaran partikulat asap hingga Kota Kupang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum memastikan sumber pasti asap tersebut.

Peta sebaran titik panas BMKG pada 7 Oktober 2026 mendeteksi sejumlah titik panas di Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya. Namun, titik panas yang terdeteksi satelit tidak otomatis membuktikan adanya kebakaran. Verifikasi lapangan tetap diperlukan.

Data pengamatan udara atas atau sounding dari Stasiun Meteorologi Kelas I El Tari pada 8 Oktober 2026 menemukan dua lapisan stabil atmosfer, yang disebut inversi subsidensi. Lapisan itu berada pada ketinggian sekitar 2,8 kilometer dan 3,9 kilometer. Kondisi tersebut dapat menahan asap dan partikel di lapisan atmosfer bawah sehingga udara kabur bertahan lebih lama.

Asap bertahan di Pulau Timor

Arah angin dominan dari timur-tenggara menuju barat laut-utara memungkinkan partikulat asap dari sejumlah wilayah terbawa menuju Kota Kupang. Laporan yang mengutip analisis citra Himawari-9 menyebut sebaran asap dan titik panas terpantau di Indonesia bagian timur, termasuk Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Namun, laporan BMKG yang dikutip media lain menyatakan sumber pasti asap di Kupang belum dapat dipastikan.

Bagi pembaca di Pulau Timor, kondisi ini perlu dibaca sebagai indikasi penurunan kejernihan udara, bukan bukti tunggal bahwa asap berasal dari satu lokasi. Kabupaten Timor Tengah Utara juga terdampak udara kabur. Informasi yang tersedia belum merinci kondisi per kabupaten di Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor.

BMKG mengingatkan bahwa sebaran asap dari citra satelit memerlukan pemantauan pendukung untuk memastikan lokasi sumber, konsentrasi partikulat, dan dampaknya terhadap kualitas udara. Masyarakat perlu mengikuti pembaruan resmi mengenai titik panas, sebaran asap, dan kualitas udara.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.