BMKG Perbarui Status Awas Kekeringan Meteorologis di Sumba Timur
BMKG memperbarui pemantauan pada 6 Oktober 2026 dan memasukkan Sumba Timur dalam status awas kekeringan meteorologis. Wilayah Waingapu dan Kananggar sebelumnya tercatat mengalami Hari Tanpa Hujan lebih dari 130 hari.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Waingapu — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperbarui pemantauan kekeringan pada 6 Oktober 2026 dan menempatkan Kabupaten Sumba Timur dalam wilayah berstatus awas kekeringan meteorologis pada Dasarian I Oktober.
Mengapa ini penting: Status awas BMKG dan Hari Tanpa Hujan lebih dari 130 hari membuat kebutuhan air serta risiko kebakaran di Sumba Timur tetap menjadi perhatian pada awal Oktober 2026.
Pembaruan itu menunjukkan kondisi kering masih meluas di Indonesia. BMKG mencatat 1.869 titik berada dalam kategori Hari Tanpa Hujan ekstrem panjang hingga akhir September 2026, sedangkan sekitar 79,65 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan rendah, 0–50 milimeter per dasarian, pada Dasarian I Oktober.
Kondisi Sumba Timur
RRI melaporkan hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan Dasarian III September yang disampaikan pada 30 September 2026. Sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur mengalami Hari Tanpa Hujan kategori ekstrem panjang, yakni lebih dari 60 hari.
Durasi lebih dari 130 hari tercatat di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Sumba Timur. Titik yang disebut secara khusus berada di sekitar Waingapu dan Kananggar. Analisis curah hujan Dasarian III September juga menunjukkan sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur menerima curah hujan rendah, sekitar 0–50 milimeter per dasarian.
BMKG mengingatkan kondisi kering dan angin kencang di Nusa Tenggara Timur dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diimbau menggunakan air bersih secara efisien dan melakukan langkah antisipasi kebakaran.
Prakiraan awal Oktober
Dalam prakiraan 6–12 Oktober 2026, BMKG menyatakan kondisi kering masih berlangsung di sebagian besar Indonesia. Untuk periode 6–9 Oktober, Nusa Tenggara Timur termasuk wilayah yang perlu mewaspadai angin kencang.
Perkembangan ini memperbarui laporan mengenai kekeringan yang dipantau hingga 30 September 2026. Status awas pada Dasarian I Oktober menunjukkan risiko kekeringan di Sumba Timur masih menjadi perhatian dalam pemantauan resmi BMKG.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Sumba
KMP Cakalang II Layani Rute Waingapu–Aimere–Kupang Malam Ini
KMP Cakalang II dijadwalkan berangkat dari Waingapu melalui Aimere menuju Kupang pada pukul 22.00 WITA, Selasa, 6 Oktober 2026. Rute ini termasuk dala…
Paling ramai di Bencana

Berita utama hari ini

Baca juga




