BMKG Tetapkan Seluruh NTT Berstatus Awas Kekeringan
BMKG menetapkan seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur berstatus Awas untuk kekeringan meteorologis pada Dasarian II Oktober 2026, 11–20 Oktober 2026.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berstatus Awas untuk potensi kekeringan meteorologis pada Dasarian II Oktober 2026, yakni 11–20 Oktober 2026. Peringatan ini berlaku bagi Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor.
Status Awas merupakan tingkat tertinggi dalam sistem peringatan dini kekeringan meteorologis BMKG, setelah Waspada dan Siaga. Seluruh wilayah NTT masuk kategori tersebut.
Di Pulau Timor, wilayah kabupaten dan kota di NTT tercakup dalam peringatan provinsi yang sama. Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor juga berada dalam cakupan seluruh wilayah NTT.
Status Awas berlaku pada 11–20 Oktober 2026
BMKG menyatakan peringatan berlaku pada Dasarian II Oktober 2026. Periode dasarian tersebut berlangsung pada 11–20 Oktober 2026. Status Awas menandakan wilayah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan meteorologis.
Sekitar 76 persen wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau. Selain NTT, seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Utara, dan Gorontalo turut masuk kategori Awas. Sebagian wilayah di provinsi lain juga tercakup dalam peringatan yang sama.
Peringatan tersebut mencakup seluruh wilayah NTT selama periode Dasarian II Oktober 2026. Kategori Awas berlaku untuk potensi kekeringan meteorologis pada 11–20 Oktober 2026, dengan Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor berada dalam cakupan peringatan.
Status Awas ditempatkan di atas kategori Waspada dan Siaga dalam sistem peringatan dini kekeringan meteorologis BMKG. Dengan demikian, seluruh wilayah NTT tercatat berada pada kategori tertinggi untuk periode peringatan tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Pelayanan Air Perumda Kota Kupang Naik Menjadi 16 Jam Sehari
Perumda Air Minum Kota Kupang memperluas jaringan distribusi menjadi 423.670 meter. Rata-rata pelayanan air meningkat menjadi 16 jam per hari per Sept…
Terbaru di Bencana
Baca juga





