BNPB Percepat Bantuan Rumah Rusak dan Hunian Tetap di NTT
BNPB mempercepat bantuan rumah rusak, hunian sementara, dan hunian tetap bagi warga terdampak gempa Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 44.767 rumah telah terverifikasi rusak per 27 September 2026.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Maumere — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto meninjau penyediaan hunian bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada 1 Oktober 2026. Pemerintah mempercepat bantuan perbaikan rumah, pembangunan hunian sementara, dan persiapan hunian tetap.
Mengapa ini penting: Warga terdampak gempa mendapat kepastian skema hunian sementara, hunian tetap, dan Dana Tunggu Hunian selama proses perbaikan rumah berlangsung.
Menurut BNPB, skema bantuan mencakup hunian sementara, hunian tetap, Dana Tunggu Hunian, serta dana stimulan bagi rumah rusak ringan dan sedang. Warga yang rumahnya rusak berat dapat menempati hunian sementara sebelum hunian tetap dibangun.
Warga yang memilih tidak tinggal di hunian sementara memperoleh Dana Tunggu Hunian Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan. Pemerintah menyiapkan bantuan itu sambil melakukan pemutakhiran data penerima dan pembangunan hunian.
Data kerusakan dan penerima bantuan
Data BNPB per 27 September 2026 mencatat 44.767 rumah rusak yang telah terverifikasi di Nusa Tenggara Timur. Data pemutakhiran per 28 September 2026 mencatat 4.008 calon penerima Dana Tunggu Hunian dan hunian sementara, dengan estimasi pembiayaan Rp136,272 miliar.
Menurut RRI, persiapan pembangunan hunian tetap dibahas dalam rapat koordinasi lintas kementerian pada 8 September 2026. Rapat itu melibatkan BNPB, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Badan Pusat Statistik.
BNPB menyatakan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap berjalan bersamaan dengan verifikasi data penerima serta penyiapan mekanisme pencairan bantuan. Beberapa hunian sementara disebut telah selesai dibangun, sementara pembangunan lainnya masih berlangsung.
Untuk rumah rusak berat, skema pemerintah menghubungkan hunian sementara dengan pembangunan hunian tetap. Pilihan pembangunan hunian mencakup relokasi, pembangunan di lokasi asal, dan pembangunan mandiri di lokasi baru sesuai skema yang ditetapkan pemerintah.
BNPB juga mempercepat pemulihan layanan dan dokumen kependudukan warga terdampak sebagai bagian dari transisi pemulihan pascabencana.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores
Lima Unit Huntara Selesai, 184 Lainnya Masih Berproses di Manggarai
BNPB membangun 189 hunian sementara bagi warga Manggarai yang rumahnya rusak berat akibat gempa Flores. Lima unit telah selesai, sementara pembangunan…
Terbaru di Bencana

Baca juga





