BPBD Catat 56 Rumah dan 13 Fasilitas Umum Rusak akibat Gempa Sumba Barat Daya
Pendataan BPBD Sumba Barat Daya hingga Minggu petang mencatat 56 rumah dan 13 lokasi fasilitas umum terdampak gempa. Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Tambolaka — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumba Barat Daya mendata dampak gempa Minggu, 4 Oktober 2026, pada 56 rumah warga dan 13 titik layanan publik di kabupaten tersebut.
Pembaruan yang dihimpun sampai pukul 18.00 WITA menempatkan rumah terdampak di Kecamatan Kodi, Kodi Bangedo, Kodi Utara, Kodi Balaghar, Wewewa Selatan, serta Kota Tambolaka. Kondisinya terbagi dalam tingkat ringan, sedang, dan berat, dengan sebagian catatan masih diperiksa petugas lapangan.
iNews Sumba menulis satu rumah berada pada tingkat rusak berat dan enam rumah pada tingkat sedang. Sebanyak 33 rumah masuk tingkat ringan, sedangkan status unit lainnya belum selesai diverifikasi. Bentuk dampaknya mencakup retakan dinding, bagian atap yang jatuh, serta gangguan pada teras dan elemen bangunan.
Dampak juga ditemukan pada 13 titik fasilitas yang digunakan masyarakat. Catatan pemerintah daerah mencakup rumah ibadah, layanan kesehatan, sekolah, kantor pelayanan keluarga berencana, dan kantor pelayanan listrik.
Detik Bali merinci sejumlah tempat yang terdampak, termasuk Gereja Katedral Waitabula, beberapa gereja di wilayah Kodi, RSUD Pratama Reda Bolo, Puskesmas Tanggaba, Puskesmas Kori, Pustu Kalena Rongo, Balai KB Desa Wallandimu, SD Katolik Manu Toghi, SD Negeri Walaingira, dan kantor PLN Cabang Kodi.
Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wulla menyatakan tidak ada korban jiwa atau warga yang meninggalkan rumah untuk mengungsi. Warga tetap berjaga karena kemungkinan guncangan susulan, sedangkan tim BPBD meneruskan pemeriksaan kerusakan.
Guncangan utama terjadi sekitar pukul 06.55 WITA. BMKG kemudian memutakhirkan parameternya menjadi magnitudo 5,9 dengan kedalaman 30 kilometer. Titik gempa berada di laut, sekitar 29 kilometer barat daya Kodi, dan pemodelan lembaga itu menunjukkan tidak ada ancaman tsunami.
Jumlah 56 rumah dan 13 fasilitas umum mencerminkan posisi pendataan saat laporan dibuat. Angka itu masih dapat berubah sesudah pemeriksaan lapangan rampung. Temuan kerusakan baru perlu disampaikan melalui pemerintah desa atau BPBD agar dapat dimasukkan dalam pembaruan resmi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pendidikan
Undana Bebaskan UKT Mahasiswa Asal Flores Terdampak Gempa
Undana membentuk satuan tugas dan posko, mengirim lima tim ke wilayah terdampak, serta menyiapkan dua tim tambahan. Kampus juga membebaskan UKT satu s…
Terbaru di Sumba

Berita utama hari ini

Baca juga



