NTT Hari Ini

Jumat, 25 September 2026

Bukit Sumba: yang dicari wisatawan, lokasi, dan waktu terbaik melihat savana

Istilah “bukit Sumba” biasanya merujuk ke beberapa bukit savana populer di Sumba Timur dan Sumba Barat Daya, bukan satu objek tunggal. Yang paling sering dicari adalah Wairinding, Tanarara, Tenau, dan Lendongara.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Pemandangan Sumba, Nusa Tenggara Timur.
Foto arsip: Pemandangan Sumba, Nusa Tenggara Timur. · Foto: 06Ivonne / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Bukit Sumba — bukan nama satu objek wisata tunggal, melainkan sebutan umum untuk deretan bukit di Pulau Sumba yang paling sering dicari wisatawan, terutama di Sumba Timur dan Sumba Barat Daya. Di antaranya yang paling banyak disebut sumber perjalanan adalah Bukit Wairinding, Bukit Tanarara, Bukit Tenau, dan Bukit Lendongara.

Bukit Sumba itu yang mana?

Dalam liputan wisata, sebutan “bukit Sumba” biasanya merujuk pada beberapa titik pandang savana di pulau ini, bukan satu bukit resmi dengan satu nama. Jelajah Sumba menyebut Bukit Wairinding sebagai bukit paling populer di internet, sementara sumber lain menempatkan Wairinding, Tanarara, dan Tenau sebagai pilihan yang sering dikunjungi di Sumba Timur.

Di Sumba Barat Daya, Bukit Lendongara juga kerap masuk daftar yang sama karena aksesnya dekat Tambolaka dan menawarkan pemandangan perbukitan serta laut. Artinya, hasil pencarian “bukit sumba” biasanya mengarah ke panorama savana dan bukit-bukit yang tersebar di dua kabupaten itu.

Di mana lokasi bukit-bukit yang paling sering dicari?

Bukit Wairinding disebut berada di Sumba Timur dan sekitar 45 menit dari Waingapu menurut Jelajah Sumba, sedangkan Indonesia Juara menulis lokasinya di Desa Pambota Jara, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur. Bukit Tanarara disebut berada di Desa Mau Bokul, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur, menurut Kumparan, dan Tribun Kupang menyebut jaraknya sekitar 66 kilometer dari Bandara Umbu Mehang Kunda.

Bukit Tenau disebut berada tidak jauh dari pusat Waingapu, sekitar 20-30 menit perjalanan menurut Jelajah Sumba, sementara Bukit Lendongara berada di Desa Karuni, Kecamatan Loura, dan sekitar 20 kilometer dari Tambolaka menurut Jelajah Sumba. Sumber-sumber itu menunjukkan bahwa istilah “bukit Sumba” paling sering merujuk ke titik-titik di koridor Waingapu dan Tambolaka.

Kapan waktu yang cocok untuk melihat bukit-bukit ini?

Kumparan, mengutip Tourism Guide to Southwest Sumba - Panduan Wisata Kabupaten Sumba Barat Daya terbitan PIDII 2021, menulis musim kemarau di Sumba umumnya terjadi sekitar Mei hingga Juli, saat savana tampak kering. Masih menurut sumber yang sama, sekitar Oktober hingga November beberapa bukit tampak hijau karena musim hujan mulai memengaruhi lanskap.

Karena banyak bukit Sumba mengandalkan pemandangan savana terbuka, warna lanskap menjadi bagian utama daya tariknya. Itu sebabnya waktu kunjungan sering ditentukan oleh musim, bukan hanya oleh akses jalan.

Apa yang membedakan satu bukit dengan bukit lain?

Bukit Wairinding dikenal karena padang savana bergelombang dan jaraknya yang relatif dekat dari Waingapu, sedangkan Tanarara lebih sering dikaitkan dengan perjalanan menuju dataran tinggi dan panorama yang luas. Bukit Tenau dicari karena lokasinya sangat dekat dari kota, sementara Lendongara menonjol karena perpaduan bukit dan laut di Sumba Barat Daya.

  • Wairinding: populer dan dekat Waingapu menurut Jelajah Sumba.
  • Tanarara: berada di Desa Mau Bokul, Kecamatan Pandawai, menurut Kumparan.
  • Tenau: sekitar 20-30 menit dari Waingapu menurut Jelajah Sumba.
  • Lendongara: sekitar 20 kilometer dari Tambolaka menurut Jelajah Sumba.

Bagaimana membaca hasil pencarian “bukit sumba” dengan tepat?

Jika pembaca mencari “bukit sumba”, mereka biasanya sedang mencari lokasi foto, rute singkat, atau perbandingan bukit savana di Sumba Timur dan Sumba Barat Daya. Karena nama yang muncul bisa berbeda-beda, cara paling tepat adalah mengecek kabupaten, desa, dan jarak dari Waingapu atau Tambolaka sebelum berangkat.

Dengan begitu, pencarian tidak berhenti pada satu nama, tetapi langsung mengarah ke bukit yang sesuai dengan tujuan perjalanan dan titik masuk ke pulau ini.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.