NTT Hari Ini

Selasa, 13 Oktober 2026

Bupati TTU Rencanakan Penggabungan 10 Puskesmas

Bupati Timor Tengah Utara menyampaikan rencana menutup 10 puskesmas dan mengalihkannya menjadi pustu. Jumlah maksimal puskesmas diproyeksikan 16 unit.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Stetoskop, laptop, kacamata pelindung, dan model molekul di atas meja hijau.
Ilustrasi: Stetoskop, laptop, kacamata pelindung, dan model molekul di atas meja hijau. · Foto: Tara Winstead / Pexels

Kefamenanu — Bupati Timor Tengah Utara Yosep Falentinus Delasalle Kebo menyampaikan rencana menutup 10 unit puskesmas dan mengalihkannya menjadi pustu di Kabupaten Timor Tengah Utara, Selasa, 13 Oktober 2026. Jumlah maksimal puskesmas di kabupaten itu diproyeksikan 16 unit.

Rencana tersebut disampaikan sebagai bagian dari efisiensi pelayanan kesehatan dan penghematan anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara mempertimbangkan jumlah penduduk, jarak antar-fasilitas, serta jumlah warga yang dilayani.

Jumlah penduduk Kabupaten Timor Tengah Utara disebut 279.000 jiwa. Bupati mengatakan jumlah itu digenapkan menjadi 280.000 jiwa untuk perhitungan kebutuhan fasilitas. Ketentuan pelayanan yang digunakan menyebut satu puskesmas melayani 20.000 jiwa.

Dengan perhitungan itu, Kabupaten Timor Tengah Utara disebut membutuhkan 14 puskesmas. Setelah peninjauan terhadap 14 puskesmas, pemerintah kabupaten masih memiliki opsi menambah 2 puskesmas sehingga jumlah maksimalnya menjadi 16 unit.

Sepuluh puskesmas yang digabung tidak berhenti memberikan layanan pengobatan. Statusnya diturunkan menjadi pustu. Fasilitas yang berdekatan disebut antara lain Puskesmas Nunpene dan Puskesmas Bitefa, serta Puskesmas Manamas dan Puskesmas Wini. Oemeu dan Haekto juga disebut sebagai pasangan fasilitas yang memungkinkan digabung.

Rencana merger mengubah akses layanan kesehatan di Timor

Rencana ini penting bagi pembaca di Timor karena perubahan status fasilitas dapat memengaruhi lokasi layanan yang tersedia bagi warga Kabupaten Timor Tengah Utara. Jarak rumah warga ke puskesmas rata-rata ditempuh paling lama 1 jam. Pemerintah kabupaten menggunakan jarak dan jumlah penduduk sebagai dasar keputusan.

Bagi warga di sekitar fasilitas yang berdekatan, pengalihan status menjadi pustu berarti layanan pengobatan tetap tersedia, tetapi tingkat fasilitasnya berubah. Karena itu, daftar puskesmas yang akan digabung dan pola layanan setelah perubahan menjadi informasi yang perlu diperjelas pemerintah kepada masyarakat.

Jadwal pelaksanaan penutupan atau daftar final 10 puskesmas belum disebutkan. Informasi yang disampaikan baru berupa rencana, termasuk proyeksi jumlah maksimal 16 unit puskesmas.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Timor

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.