NTT Hari Ini

Senin, 28 September 2026

Gelombang hingga 3 Meter Mengancam Perairan Sumba dan Sabu

BMKG memperingatkan gelombang 2,5–3 meter di Selat Sumba bagian barat, perairan selatan Sumba, dan Sabu-Raijua pada 28–29 September 2026. Prakiraan maritim berlaku hingga 1 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Ombak laut berbusa putih menghantam formasi bebatuan karang di tepi pantai.
Ilustrasi: Ombak laut berbusa putih menghantam formasi bebatuan karang di tepi pantai. · Foto: Wyncliffe / stocksnap (Openverse), CC0

Kupang — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tenau memprakirakan gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur pada 28 September hingga 1 Oktober 2026. Informasi ini berlaku mulai 28 September 2026 pukul 08.00 WITA sampai 1 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA.

Pada 28–29 September 2026, gelombang tinggi setinggi 2,5–3 meter berpotensi terjadi di Selat Sumba Bagian Barat, Perairan Selatan Sumba, dan Perairan Sabu-Raijua. Laporan RRI menyebut prakiraan tersebut sebagai informasi cuaca maritim dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau.

Gelombang tinggi perlu diwaspadai pelayaran Sumba dan Sabu

Risiko utama berada pada jalur pelayaran dan aktivitas nelayan di sekitar Pulau Sumba serta Sabu-Raijua. Ketinggian 2,5–3 meter masuk kategori gelombang tinggi dalam laporan BMKG yang dikutip RRI. Perairan yang disebut meliputi bagian barat Selat Sumba, sisi selatan Pulau Sumba, dan perairan sekitar Kabupaten Sabu-Raijua.

Untuk pembaca di Sumba, informasi ini berkaitan dengan wilayah pesisir Kabupaten Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, dan Sumba Timur yang menghadap perairan selatan Sumba atau Selat Sumba bagian barat. Namun, laporan yang tersedia menyebut kawasan perairan, bukan prakiraan tinggi gelombang untuk setiap kabupaten tersebut.

Di Sabu-Raijua, perhatian ditujukan pada perairan sekitar Pulau Sabu dan Pulau Raijua. Laporan tidak merinci tinggi gelombang untuk tiap desa atau pelabuhan. Periode prakiraan berakhir pada 1 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA, sedangkan gelombang 2,5–3 meter secara khusus disebut untuk 28–29 September 2026.

BMKG juga memuat prakiraan maritim terpisah untuk sejumlah perairan NTT. Namun, halaman prakiraan yang ditemukan tidak menggantikan informasi periode utama dalam laporan RRI karena memiliki periode valid dan rincian wilayah yang berbeda.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.