Gempa Sumba Barat: Kronologi, Dampak, dan Status Tsunaminya
Gempa di Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026 dimutakhirkan BMKG menjadi M5,9 dan tidak berpotensi tsunami. BPBD mencatat 299 rumah terdampak serta kerusakan fasilitas umum.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Gempa yang dimaksud dalam pencarian “gempa Sumba Barat” terjadi di wilayah Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026. BMKG memutakhirkan magnitudonya dari M6,1 menjadi M5,9 dan menyatakan gempa itu tidak berpotensi tsunami. Pendataan BPBD kemudian mencatat dampak pada rumah dan fasilitas umum di tiga kabupaten.
Kapan dan di mana gempa terjadi?
Gempa terjadi pada 4 Oktober 2026 pukul 06.55 WITA, atau 05.55.52 WIB, di sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, menurut laporan RRI yang mengutip parameter BMKG. BMKG mengategorikannya sebagai gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
Guncangan terkuat dirasakan di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi. Getaran juga dirasakan di Sumba Barat, Sumba Timur, Manggarai Barat, dan Manggarai, menurut laporan RRI pada 2026.
Apakah gempa Sumba Barat berpotensi tsunami?
Tidak. BMKG menyatakan hasil pemodelan tidak menunjukkan potensi tsunami, meskipun pusat gempa berada di laut, menurut keterangan BMKG yang dimuat RRI pada 2026.
BMKG mencatat sedikitnya 62 gempa susulan hingga pukul 08.05 WIB pada 4 Oktober 2026. Magnitudo gempa susulan berkisar M1,5 hingga M4,3, menurut RRI pada 2026.
Berapa kerusakan dan korban yang tercatat?
BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat 299 rumah terdampak dan 299 kepala keluarga terdampak. Rinciannya adalah empat rumah rusak berat, 13 rumah rusak sedang, dan 282 rumah rusak ringan, menurut Metro TV pada 2026.
BPBD juga mencatat dampak pada tujuh fasilitas kesehatan, sembilan fasilitas pendidikan, delapan rumah ibadah, dan dua kantor. Dampak itu tersebar di Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan Sumba Timur, sedangkan satu orang dilaporkan mengalami luka.
Apa yang perlu diperhatikan warga?
BMKG mengimbau warga menjauhi bangunan yang mengalami retak atau kerusakan dan tetap mengikuti informasi resmi terkait gempa susulan. Imbauan itu disampaikan setelah kerusakan rumah dan fasilitas sekolah dilaporkan di Sumba Barat Daya, menurut RRI pada 2026.
Data kerusakan bersifat sementara dan terus diperbarui BPBD seiring pendataan lapangan, menurut Metro TV pada 2026. Karena itu, angka dampak dapat berubah apabila verifikasi pemerintah daerah menemukan kerusakan tambahan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Pelayanan Air Perumda Kota Kupang Naik Menjadi 16 Jam Sehari
Perumda Air Minum Kota Kupang memperluas jaringan distribusi menjadi 423.670 meter. Rata-rata pelayanan air meningkat menjadi 16 jam per hari per Sept…
Terbaru di Bencana
Baca juga





