NTT Hari Ini

Selasa, 13 Oktober 2026

Gempa Sumba Barat: Kronologi, Dampak, dan Status Tsunaminya

Gempa di Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026 dimutakhirkan BMKG menjadi M5,9 dan tidak berpotensi tsunami. BPBD mencatat 299 rumah terdampak serta kerusakan fasilitas umum.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Foto jarak dekat dari permukaan tanah kering yang pecah-pecah terkena sinar matahari.
Ilustrasi: Foto jarak dekat dari permukaan tanah kering yang pecah-pecah terkena sinar matahari. · Foto: Francesco Ungaro / Pexels

Gempa yang dimaksud dalam pencarian “gempa Sumba Barat” terjadi di wilayah Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026. BMKG memutakhirkan magnitudonya dari M6,1 menjadi M5,9 dan menyatakan gempa itu tidak berpotensi tsunami. Pendataan BPBD kemudian mencatat dampak pada rumah dan fasilitas umum di tiga kabupaten.

Kapan dan di mana gempa terjadi?

Gempa terjadi pada 4 Oktober 2026 pukul 06.55 WITA, atau 05.55.52 WIB, di sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, menurut laporan RRI yang mengutip parameter BMKG. BMKG mengategorikannya sebagai gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

Guncangan terkuat dirasakan di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi. Getaran juga dirasakan di Sumba Barat, Sumba Timur, Manggarai Barat, dan Manggarai, menurut laporan RRI pada 2026.

Apakah gempa Sumba Barat berpotensi tsunami?

Tidak. BMKG menyatakan hasil pemodelan tidak menunjukkan potensi tsunami, meskipun pusat gempa berada di laut, menurut keterangan BMKG yang dimuat RRI pada 2026.

BMKG mencatat sedikitnya 62 gempa susulan hingga pukul 08.05 WIB pada 4 Oktober 2026. Magnitudo gempa susulan berkisar M1,5 hingga M4,3, menurut RRI pada 2026.

Berapa kerusakan dan korban yang tercatat?

BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat 299 rumah terdampak dan 299 kepala keluarga terdampak. Rinciannya adalah empat rumah rusak berat, 13 rumah rusak sedang, dan 282 rumah rusak ringan, menurut Metro TV pada 2026.

BPBD juga mencatat dampak pada tujuh fasilitas kesehatan, sembilan fasilitas pendidikan, delapan rumah ibadah, dan dua kantor. Dampak itu tersebar di Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan Sumba Timur, sedangkan satu orang dilaporkan mengalami luka.

Apa yang perlu diperhatikan warga?

BMKG mengimbau warga menjauhi bangunan yang mengalami retak atau kerusakan dan tetap mengikuti informasi resmi terkait gempa susulan. Imbauan itu disampaikan setelah kerusakan rumah dan fasilitas sekolah dilaporkan di Sumba Barat Daya, menurut RRI pada 2026.

Data kerusakan bersifat sementara dan terus diperbarui BPBD seiring pendataan lapangan, menurut Metro TV pada 2026. Karena itu, angka dampak dapat berubah apabila verifikasi pemerintah daerah menemukan kerusakan tambahan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.