Gempa Susulan Masih Terjadi di Manggarai Timur
Gempa susulan masih terjadi di Kabupaten Manggarai Timur pada 24 September 2026. Status tanggap darurat diperpanjang 7 hari karena penanganan kerusakan masih berlangsung.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 1 menit baca
Borong — Aktivitas gempa bumi susulan masih terjadi di Kabupaten Manggarai Timur pada 24 September 2026. Penanganan dampak bencana, termasuk kerusakan rumah tinggal serta sarana dan prasarana publik, masih berlangsung.
Bupati Manggarai Timur Agas Andreas kembali memperpanjang status tanggap darurat gempa bumi Flores untuk ketiga kalinya. Perpanjangan berlaku selama 7 hari, mulai 20 hingga 26 September 2026.
Keputusan itu mempertimbangkan siaran pers Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 15 Agustus 2026 mengenai gempa bumi di Utara Flores berkekuatan 7,7 Skala Richter yang berpusat di utara Kabupaten Nagekeo.
Gempa susulan membuat penanganan di Manggarai Timur berlanjut
Gempa terbesar bermagnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 0,9.
Data tersebut menjadi konteks bagi perpanjangan status tanggap darurat di Manggarai Timur, meski laporan yang tersedia tidak merinci kerusakan terbaru, jumlah pengungsi, maupun langkah penanganan per fasilitas.
Laporan mengenai keputusan pemerintah daerah menyebut gempa susulan masih terasa di wilayah Manggarai Timur. Informasi itu tidak memuat lokasi episentrum atau parameter setiap kejadian pada 24 September 2026.
Status tanggap darurat yang diperpanjang mencakup periode 20 sampai 26 September 2026. Laporan yang tersedia tidak menyebut keputusan lanjutan setelah periode tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores
NasDem Desak Peta Jalan Pemulihan Gempa Flores
Fraksi NasDem DPRD NTT meminta peta jalan pemulihan gempa Flores berbasis data terintegrasi untuk tujuh kabupaten. Desakan disampaikan pada 21 Septemb…
Terbaru di Bencana

Baca juga





