Gigitan HPR di Timor Tengah Utara Capai 2.846 Kasus
Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara mencatat 2.846 gigitan HPR hingga 5 Oktober 2026. Empat korban meninggal, sementara enam kasus baru muncul pada 6 Oktober.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Kefamenanu — Data terbaru per 5 Oktober 2026 menunjukkan 2.846 kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), termasuk enam kasus yang terjadi pada 6 Oktober 2026. Dinas Kesehatan Kabupaten TTU mencatat empat korban meninggal dunia akibat gigitan HPR.
Enam kasus baru itu dilaporkan pada Selasa, 6 Oktober 2026. Rinciannya, tiga kasus terjadi di Kecamatan Bikomi Utara, satu kasus di Kecamatan Noemuti Timur, satu kasus di Kecamatan Insana, dan satu kasus di Kecamatan Biboki Anleu.
Dari keseluruhan kasus, 2.842 korban terpantau menjalani rawat jalan. Warga yang mengalami gigitan HPR diminta segera memperoleh Vaksin Antirabies (VAR) di fasilitas kesehatan.
Empat kematian menunjukkan risiko rabies di Timor Tengah Utara
Angka kematian membuat laporan ini penting bagi pembaca di Pulau Timor, terutama warga Kabupaten Timor Tengah Utara. Gigitan HPR dapat terjadi di beberapa kecamatan dan membutuhkan penanganan medis segera. Pencatatan kasus oleh Dinas Kesehatan menjadi dasar untuk melihat perkembangan risiko rabies di wilayah tersebut.
Kasus sepanjang 2026 dihitung sejak Januari hingga 5 Oktober 2026. Laporan terbaru kemudian menambahkan enam gigitan yang terjadi pada 6 Oktober 2026 di empat kecamatan. Data itu menunjukkan penularan masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat di TTU.
Langkah berikutnya bagi warga yang tergigit adalah mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan VAR. Penanganan cepat diperlukan agar risiko rabies dapat ditekan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Hukum
Banding PT CML Metro Medika Ditolak, Putusan PN Kefamenanu Tetap Berlaku
Pengadilan Tinggi Kupang menolak banding PT CML Metro Medika dalam perkara vaksin Gardasil dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Kefamenanu.
Paling ramai di Timor

Berita utama hari ini

Baca juga





