Gubernur NTT Minta Pertamina Evaluasi Kuota BBM
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meminta Pertamina menghitung ulang kebutuhan dan kuota BBM setelah antrean serta gangguan pasokan. Pertamina menaikkan estimasi pasokan Pertalite Kota Kupang menjadi 300.000 liter per hari.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Kupang — Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena meminta Pertamina mengevaluasi kebutuhan dan kuota bahan bakar minyak dalam rapat daring pada 13 Oktober 2026. Rapat itu membahas antrean dan kelangkaan BBM di sejumlah daerah NTT.
Mengapa ini penting: Antrean dan gangguan distribusi Pertalite berdampak pada akses BBM warga NTT, sementara pasokan Kota Kupang dinaikkan menjadi sekitar 300.000 liter per hari.
Menurut RRI, rapat tersebut diikuti Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, serta pemerintah kabupaten dan kota se-NTT. Gubernur meminta penghitungan ulang kebutuhan BBM dan koordinasi yang lebih intensif agar gangguan pasokan dapat diantisipasi.
Jika hasil evaluasi menunjukkan kuota belum mencukupi, Pemerintah Provinsi NTT akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengusulkan penambahan kuota. Gubernur juga meminta TNI dan Polri memperketat pengawasan di wilayah perbatasan, khususnya Kabupaten Belu, untuk mencegah penyelundupan BBM.
Sales Area Manager Pertamina NTT Mahdi Syafar mengatakan antrean pada akhir pekan dipicu keterlambatan kapal pengangkut akibat antrean di Kilang Balikpapan. Kapal yang membawa sekitar 6,5 juta liter Pertalite tiba di Terminal BBM Tenau, Kupang, pada Sabtu sore, 10 Oktober 2026.
Pertamina kemudian menaikkan estimasi pasokan Pertalite untuk Kota Kupang dari rata-rata 200.000 liter menjadi sekitar 300.000 liter per hari. RRI melaporkan langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan masyarakat.
Dalam perkembangan sebelumnya, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral NTT Viktor Manek mengatakan kapal pembawa BBM tiba di Fuel Terminal Tenau pada 10 Oktober dengan muatan enam juta liter. Sebanyak 384.000 liter Pertalite disalurkan pada 11 Oktober untuk Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Timor Tengah Selatan, lalu 248.000 liter pada 12 Oktober untuk 15 SPBU di Kota Kupang.
Viktor menyatakan 15 SPBU penjual Pertalite di Kota Kupang telah kembali beroperasi normal. Pemerintah provinsi dan Pertamina tetap memantau stok, penyaluran, serta jadwal kedatangan kapal berikutnya, termasuk mengalihkan pasokan dari Tenau untuk membantu Timor Tengah Utara yang menghadapi kendala pengiriman ke Fuel Terminal Atapupu.
Gubernur meminta evaluasi ketersediaan, pasokan, dan distribusi BBM dilakukan sedikitnya sebulan sekali. Pemerintah juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pendidikan
Pramuka Santri Flores Timur Raih Harapan III di Malang
Kontingen Pramuka Santri Flores Timur mewakili Nusa Tenggara Timur dan meraih Harapan III kategori Teknologi Tepat Guna putri pada PPSN VI di Malang.
Terbaru di Ekonomi

Baca juga




