Harga BBM Non-Subsidi Pertamina di SPBU NTT Mengacu Penyesuaian Awal September
Harga BBM Pertamina di seluruh SPBU NTT per 21 September 2026 tetap mengikuti penyesuaian awal bulan, dengan Pertamax Turbo Rp19.600 per liter dan kenaikan pada Dexlite dan Pertamina Dex, sementara harga Pertalite dan Biosolar subsidi…
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Kupang — Harga bahan bakar minyak (BBM) yang dijual di seluruh SPBU Pertamina di Nusa Tenggara Timur per 21 September 2026 tetap mengacu pada penyesuaian harga BBM non-subsidi yang mulai berlaku pada awal September 2026. Menurut pemberitaan media dan data harga nasional, penyesuaian tersebut antara lain menaikkan harga Pertamax Turbo menjadi Rp19.600 per liter di wilayah NTT.
Mengapa ini penting: Penetapan harga BBM non-subsidi dan subsidi yang berlaku di seluruh SPBU NTT menentukan biaya bahan bakar yang harus dibayar pengguna kendaraan dan pelaku usaha di provinsi tersebut.
Pada 21 September 2026, Pos-Kupang melaporkan bahwa daftar harga BBM di SPBU Pertamina NTT mengikuti harga yang tercantum di laman resmi Pertamina Patra Niaga. Dalam laporan itu, harga Pertamax Turbo di NTT sebesar Rp19.600 per liter, Pertamax Rp15.950 per liter, Pertamina Dex Rp25.200 per liter, Dexlite Rp23.700 per liter, serta Biosolar non-subsidi Rp23.600 per liter. Untuk BBM bersubsidi, Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter.
Daftar harga tersebut selaras dengan laporan media nasional yang merinci penyesuaian harga BBM non-subsidi Pertamina mulai 1 September 2026. Menurut pemberitaan Detik, untuk wilayah Nusa Tenggara Timur harga Pertamax Turbo ditetapkan Rp19.600 per liter, Pertamax Rp15.950 per liter, Pertamina Dex Rp25.200 per liter, dan Dexlite Rp23.700 per liter, sementara Pertalite dan Biosolar subsidi tidak mengalami perubahan harga. Media lain, seperti Moladin, juga mencatat bahwa wilayah Bali, NTB, dan NTT memiliki harga Pertamax Turbo Rp19.600 per liter dan Pertamax Rp15.950 per liter, dengan harga BBM subsidi tetap.
Penyesuaian harga BBM non-subsidi tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pertamina Patra Niaga yang berlaku secara nasional mulai awal September 2026. Sejumlah media ekonomi melaporkan bahwa harga Pertamax Turbo naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter, Dexlite dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. Penetapan ini kemudian tercermin dalam daftar harga BBM di SPBU Pertamina di seluruh provinsi, termasuk Nusa Tenggara Timur.
Pertamina dalam berbagai pernyataan sebelumnya menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan faktor keekonomian lain. Meski begitu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap dipertahankan sesuai kebijakan pemerintah, sehingga tidak berubah per September 2026.
Dengan harga baru yang berlaku sejak awal September dan masih digunakan per 21 September 2026, konsumen di NTT menghadapi biaya BBM non-subsidi yang lebih tinggi, terutama bagi pengguna Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Sementara itu, pengguna BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar subsidi tidak mengalami perubahan harga, sehingga beban biaya bahan bakar bagi kelompok pengguna subsidi relatif terjaga.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Bencana
Pergub NTT Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Pasca Gempa Flores
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur membebaskan 100 persen denda administrasi pajak kendaraan bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor bagi…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga



