HUT ke-104 Kefamenanu Diperkuat Ajakan Menjaga Persaudaraan
Puncak HUT ke-104 Kota Kefamenanu pada Selasa, 22 September 2026, mengusung tema budaya dan masa depan. Bupati TTU Yosep Kebo menyerukan persaudaraan.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Kefamenanu — Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-104 Kota Kefamenanu berlangsung pada Selasa, 22 September 2026. Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, mengajak masyarakat memperkuat persaudaraan dalam perayaan di Kabupaten Timor Tengah Utara.
Perayaan tahun ini mengusung tema “Berakar dalam Budaya, Bertumbuh untuk Masa Depan”. Tema tersebut menjadi dasar ajakan agar pembangunan Kefamenanu tidak hanya berfokus pada kemajuan fisik, infrastruktur, dan pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Yosep menyampaikan bahwa kemajuan kota perlu berjalan bersama penguatan karakter, budaya, persaudaraan, dan nilai kehidupan masyarakat. Ia juga mengajak warga menjadikan Kefamenanu sebagai Kota Beradat, yang berarti Bersih, Agamis, Damai, Aman, dan Tenteram.
Persaudaraan menjadi dasar kehidupan masyarakat Kefamenanu
Menurut Bupati TTU, kota yang damai membutuhkan masyarakat yang menyelesaikan persoalan secara bijaksana, menghindari permusuhan, serta mengutamakan dialog dan persaudaraan. Pesan itu disampaikan dalam rangkaian puncak HUT Kota Kefamenanu.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai budaya Atoen Meto. Nilai tersebut disebut mengajarkan persatuan, kepedulian, solidaritas, dan etos kerja.
Dalam pesannya, Yosep mengingatkan agar modernisasi tidak menjadi alasan untuk meninggalkan identitas budaya daerah. Masyarakat tetap dapat mengikuti perkembangan zaman dan menguasai teknologi tanpa kehilangan jati diri.
Nilai persatuan dan persaudaraan dalam budaya setempat dirangkum melalui prinsip Nekaf Mese, Ansaof Mese. Prinsip Mafit ma Matop merujuk pada solidaritas, sedangkan Meup On Ate, Tah On Usif berkaitan dengan etos kerja dan tanggung jawab.
Rangkaian HUT sebelumnya juga diisi kegiatan budaya. Pawai budaya pada Senin, 21 September 2026, menampilkan peserta dengan busana adat dari berbagai etnis. Kegiatan itu menjadi ruang untuk memperkenalkan dan menjaga keberagaman budaya masyarakat TTU.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Timor
Gereja Santo Mikhael Bitefa Ditahbiskan Setelah 26 Tahun Penantian
Gereja Katolik Santo Mikhael di Stasi Bitefa, TTU, dijadwalkan ditahbiskan pada 21 September 2026. Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku memimpin misa, da…
Terbaru di Timor

Berita utama hari ini

Baca juga




