Kekeringan NTT Meluas, Sembilan Wilayah Tanpa Hujan Lebih 130 Hari
Pemantauan Dasarian III September 2026 mencatat HTH ekstrem panjang di sebagian besar NTT. Sembilan wilayah melampaui 130 hari, dengan curah hujan umumnya 0–50 milimeter per dasarian.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Kupang — Sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori ekstrem panjang, yakni lebih dari 60 hari, hingga 30 September 2026.
Sejumlah lokasi telah mengalami HTH ekstrem panjang lebih dari 130 hari. Lokasi itu meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Belu, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Alor.
Analisis curah hujan pada Dasarian III September 2026 menunjukkan kondisi rendah di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. Sebagian besar daerah berada pada kisaran 0–50 milimeter per dasarian.
Kekeringan melintasi Timor, Flores, Lembata, Sumba, dan Alor
Di Pulau Timor, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Belu mengalami HTH lebih dari 130 hari. Di Flores dan Lembata, kondisi serupa tercatat di Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Lembata.
Di Pulau Sumba, Kabupaten Sumba Timur mengalami HTH ekstrem panjang lebih dari 130 hari. Kabupaten Alor juga tercatat dalam daftar tersebut. Rincian lokasi di Pulau Sabu dan Pulau Rote tidak disebutkan.
Data tersebut menggambarkan durasi hari tanpa hujan dan rendahnya curah hujan yang perlu menjadi perhatian dalam pemberitaan kebencanaan wilayah. Angka HTH diukur berdasarkan Dasarian III September 2026, sedangkan curah hujan dinyatakan dalam milimeter per dasarian.
Pemantauan itu disampaikan pada Rabu, 30 September 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Bencana
BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Lewoleba dan Tambolaka
BMKG memprakirakan cuaca NTT pada Kamis, 1 Oktober 2026, cerah hingga berawan. Hujan ringan berpotensi turun di Lewoleba dan Tambolaka, sedangkan kabu…
Paling ramai di Flores

Berita utama hari ini

Baca juga



