NTT Hari Ini

Senin, 12 Oktober 2026

Kerajaan Larantuka: Sejarah, Wilayah, dan Warisannya di Flores Timur

Kerajaan Larantuka bukan kerajaan berdaulat lagi. Sejarahnya berpusat di Flores Timur, terkait Portugis dan Belanda, serta masih dikenali melalui adat dan Semana Santa di Larantuka.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah perahu kayu bercadik dengan atap terpal oranye bersandar di tepi pantai dekat dermaga kayu.
Ilustrasi: Sebuah perahu kayu bercadik dengan atap terpal oranye bersandar di tepi pantai dekat dermaga kayu. · Foto: Timur Kozmenko / Pexels

Kerajaan Larantuka adalah kerajaan historis di Larantuka, Flores Timur, yang wilayah pengaruhnya mencakup Flores dan pulau-pulau sekitar. Kerajaan ini dikenal karena hubungan panjang dengan Portugis, tradisi Katolik, serta kesinambungan adatnya. Pemerintah Republik Indonesia mengubahnya menjadi kecamatan pada 1962, sehingga kini bukan kerajaan berdaulat.

Apa yang dimaksud dengan Kerajaan Larantuka?

Kerajaan Larantuka berpusat di Larantuka, wilayah yang kini menjadi ibu kota Kabupaten Flores Timur. Wikipedia bahasa Indonesia mencatat kerajaan ini berada di Nusa Nipa—nama lokal yang dikaitkan dengan Pulau Flores—dan wilayah kekuasaannya mencapai Adonara.

Catatan sejarah yang dirangkum dalam kajian tentang kewatek Adonara menunjukkan bahwa Kerajaan Larantuka berhubungan dengan jaringan politik Flores Timur, Solor, Adonara, dan wilayah sekitarnya. Karena itu, penyebutan kerajaan ini tidak merujuk hanya pada kota Larantuka masa kini.

Kapan Kerajaan Larantuka berdiri dan berakhir?

Wikipedia bahasa Indonesia menempatkan rentang kerajaan pada 1600–1962. Sumber yang sama mencatat perubahan status menjadi daerah swapraja pada 1946, penyerahan kontrol kepada Republik Indonesia pada 1950, dan perubahan menjadi kecamatan pada 1962.

Perubahan itu berarti lembaga kerajaan tidak lagi memegang kedaulatan pemerintahan. Namun, garis keturunan raja dan keluarga bangsawan tetap muncul dalam kehidupan adat serta perayaan keagamaan Larantuka.

Bagaimana hubungan kerajaan ini dengan Portugis dan Belanda?

Kajian tentang kewatek Adonara menyebut Kerajaan Larantuka bersekutu dengan Portugis pada abad ke-17 hingga abad ke-18 ketika menghadapi VOC dan kekuatan lokal di Solor. Hubungan tersebut ikut menjelaskan kuatnya pengaruh Portugis dan Katolik dalam sejarah Larantuka.

Menurut kajian yang sama, perjanjian Portugal-Belanda yang disetujui pada 20 April 1859 menyerahkan Flores dan Kepulauan Solor-Alor kepada Belanda. Kerajaan Larantuka kemudian menandatangani kontrak dengan pemerintah Hindia Belanda pada 28 Juni 1861, dengan ruang pemerintahan otonom yang masih tersisa.

Mengapa Kerajaan Larantuka masih dibicarakan?

Warisan kerajaan terlihat dalam Semana Santa atau Hari Bae di Larantuka. TribunFlores melaporkan pada 2026 bahwa tradisi mengaji semana dijalankan oleh suku-suku yang tergabung dalam Serikat Confreria Reinha Rosari selama masa Prapaskah untuk menyambut Hari Bae.

Laporan itu mengutip Don Andreas Martinus DVG yang menyebut terdapat 13 suku dalam serikat tersebut. Dengan demikian, Kerajaan Larantuka penting dipahami sebagai sejarah politik sekaligus latar adat dan keagamaan yang masih hidup di Flores Timur.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Flores

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.