NTT Hari Ini

Rabu, 23 September 2026

Keselamatan Pelayaran Jadi Tanggung Jawab Bersama di Waingapu

KSOP Waingapu memperkuat budaya keselamatan bersama pemangku kepentingan pelabuhan di Sumba Timur. Pengawasan mencakup kapal, muatan, penumpang, dan cuaca.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: View on Waingapu, Sumba, Indonesia.
Foto arsip: View on Waingapu, Sumba, Indonesia. · Foto: Wybe / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Waingapu — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Waingapu mendorong penguatan budaya keselamatan bersama pemangku kepentingan di Pelabuhan Waingapu, Sumba Timur, pada 23 September 2026.

Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Ekosistem keselamatan melibatkan nakhoda, awak kapal, operator, pengelola pelabuhan, dan otoritas terkait. Setiap unsur memiliki peran dalam menjaga kegiatan pelayaran agar berlangsung dengan memperhatikan keselamatan.

KSOP juga menekankan penerapan petunjuk peningkatan kewaspadaan kapal melalui pengarahan keselamatan kepada awak kapal. Penerapan itu mencakup kegiatan labuh jangkar, olah gerak, sandar, dan lepas sandar. Pengarahan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan selama kegiatan kapal di pelabuhan.

Pengendalian muatan menjadi bagian lain dari keselamatan. Kendaraan dengan ukuran atau muatan berlebih perlu diawasi sejak pintu masuk pelabuhan. Penumpang tanpa tiket juga perlu dicegah melalui pemeriksaan dan pencocokan daftar penumpang. Pengawasan terhadap kendaraan dan penumpang dilakukan sebagai bagian dari perhatian terhadap keselamatan pelayaran.

Budaya keselamatan penting bagi pengguna pelabuhan Sumba

Pelabuhan Waingapu melayani pergerakan penumpang, kendaraan, dan barang di Sumba Timur. Karena itu, keselamatan tidak hanya berkaitan dengan operasi kapal, tetapi juga dengan pemeriksaan muatan dan penumpang sebelum pelayaran. Pemeriksaan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sebelum kapal menjalankan pelayaran.

KSOP Waingapu mengingatkan nakhoda untuk memperhatikan faktor cuaca dan kondisi kapal selama perjalanan. Informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) perlu dimanfaatkan ketika menghadapi anomali cuaca. Perhatian terhadap cuaca dan kondisi kapal melengkapi pengawasan terhadap kapal, muatan, serta penumpang.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Sumba

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.