Kota Ende: Ibu Kota Kabupaten dan Jejak Lahirnya Pancasila
Kota Ende adalah ibu kota Kabupaten Ende di pesisir selatan Flores. Sejarah pelabuhan, Kerajaan Ende, dan pengasingan Soekarno menjelaskan mengapa kota ini dikenal sebagai Kota Pancasila.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Kota Ende adalah ibu kota Kabupaten Ende di pesisir selatan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Kota ini penting bukan hanya sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan, melainkan juga karena menjadi tempat pengasingan Soekarno pada 1934–1938, masa ketika gagasan yang kemudian menjadi Pancasila dimatangkan.
Di mana letak Kota Ende?
Kota Ende berada di pesisir selatan Pulau Flores dan menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Ende. Kajian dalam Jurnal Pancasila, terbit 2025, menyebut letaknya berada di kawasan tengah Pulau Flores serta sejak lama berfungsi sebagai tempat persinggahan dan pelabuhan perdagangan.
Posisi itu membuat Ende terhubung dengan kegiatan perdagangan masyarakat pesisir dan wilayah di sekitarnya. Dalam sejarahnya, kota ini berkembang sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, dan aktivitas politik.
Mengapa Ende disebut Kota Pancasila?
Soekarno diasingkan pemerintah kolonial Belanda ke Ende pada 1934 dan menjalani masa pengasingan hingga 1938. Medcom, dalam laporan yang diperbarui 2025, mencatat bahwa ia tiba di Pelabuhan Ende pada 14 Januari 1934 bersama Inggit Garnasih, Ratna Djuami, dan Amsi.
Penelitian yang dimuat Universitas Muhammadiyah Metro pada 2021 menjelaskan bahwa selama berada di Ende, Soekarno merenungkan gagasan tentang dasar negara. Karena kaitan sejarah itu, Ende dikenal sebagai Kota Pancasila.
Bagaimana sejarah awal Kota Ende?
Nama Ende disebut dalam dokumen yang ditemukan dari 1638, ketika wilayah afdeling Flores dibentuk dengan Ende sebagai ibu kota, menurut penelitian Universitas Muhammadiyah Metro. Penelitian yang sama mencatat bahwa perjalanan pemerintahan Ende dipengaruhi kesultanan Islam, Portugis, dan Belanda.
Kementerian Agama, dalam kajian yang diperbarui 2025, mencatat keberadaan Kerajaan Ende dalam dokumen kolonial dan menyebut Ende sebagai pusat Kabupaten Ende. Kajian itu juga menempatkan kerajaan Islam sebagai bagian dari sejarah perkembangan kota.
Apa fungsi Kota Ende bagi wilayah sekitarnya?
Ende berfungsi sebagai pusat administrasi Kabupaten Ende sekaligus simpul kegiatan ekonomi dan sosial di Flores bagian tengah. Pelabuhan menjadi salah satu unsur yang mendukung peran kota sebagai bandar perdagangan, sementara kawasan perkotaan menampung kegiatan pemerintahan, pendidikan, dan perdagangan.
Dengan demikian, istilah “kota Ende” merujuk pada pusat kota sekaligus ibu kota kabupaten, bukan nama kabupaten yang terpisah. Kabupaten Ende mencakup wilayah yang lebih luas daripada kawasan perkotaannya.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores
Mengapa BMKG Mencatat 20.277 Gempa Susulan di Manggarai?
BMKG mencatat 20.277 aktivitas gempa susulan hingga 7 Oktober 2026 pukul 10:18:00 WIB. Gempa M4,0 di laut utara Ruteng dirasakan di Kabupaten Manggara…
Paling ramai di Flores

Berita utama hari ini

Baca juga





