Mahasiswa GMNI dan PMII Soroti Antrean Pertalite di Kota Kupang
Aliansi GMNI dan PMII Kupang meminta Pertamina menjelaskan distribusi Pertalite di 15 SPBU setelah antrean panjang tetap terjadi meski pasokan disebut bertambah.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Kota Kupang — Aliansi mahasiswa GMNI Kupang dan PMII Kupang menggelar demonstrasi untuk menyoroti antrean panjang dan sulitnya warga memperoleh Pertalite di Kota Kupang pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Mengapa ini penting: Antrean dan distribusi Pertalite di 15 SPBU menjadi perhatian warga Kota Kupang, sementara Pertamina menaikkan pasokan harian dari 200.000 liter menjadi 300.000 liter.
Aksi berlangsung di depan Kantor PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Nusa Tenggara Timur. Mahasiswa meminta Pertamina menjelaskan kondisi pasokan, mekanisme distribusi, dan langkah penanganan antrean di sejumlah SPBU.
Dalam kajian yang dibacakan saat aksi, mahasiswa menyoroti antrean di 15 SPBU meski ada informasi penambahan pasokan. Mereka juga mendesak Pertamina membuka data penyaluran BBM bersubsidi untuk setiap SPBU kepada publik serta mengevaluasi distribusinya.
Kajian itu mengutip keterangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral NTT bahwa pembongkaran BBM bersubsidi di Depot Tenau mencapai enam juta liter pada Sabtu dan Minggu. Distribusi untuk Kota Kupang disebut bertambah 384.000 liter, lalu 248.000 liter untuk 15 SPBU pada Senin, 12 Oktober 2026.
Sales Area Manager Pertamina NTT Mahdi Syafar mengatakan kapal pengangkut 6,5 juta liter Pertalite dari Kilang Balikpapan terlambat tiba di Terminal BBM Tenau Kupang. Kapal yang semestinya tiba Jumat itu baru datang pada Sabtu sore karena antrean di kilang.
Menurut Mahdi, Pertamina meningkatkan pasokan harian di Kota Kupang dari 200.000 liter menjadi 300.000 liter untuk mengurai antrean di 15 SPBU. Pemerintah Kota Kupang sebelumnya menyatakan stok BBM tersedia di 10 SPBU pada 11 Oktober 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Timor
Pemkot Kupang Buka Akses Gawat Darurat bagi Warga Tanpa BPJS
Pemkot Kupang menyiapkan layanan Gawat Darurat melalui RSUD S.K. Lerik bagi warga tanpa jaminan kesehatan. Hingga Oktober 2026, 83 pasien telah dilaya…
Paling ramai di Timor

Baca juga





