NTT Hari Ini

Selasa, 13 Oktober 2026

Mahasiswa Tuntut Transparansi Distribusi Pertalite di Kota Kupang

Aliansi Cipayung menggelar aksi di depan kantor Pertamina Patra Niaga NTT pada 13 Oktober 2026. Mahasiswa meminta data pasokan dan evaluasi distribusi Pertalite di Kota Kupang.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Petugas berbaju merah memasukkan nosel bahan bakar ke tangki mobil di SPBU.
Ilustrasi: Petugas berbaju merah memasukkan nosel bahan bakar ke tangki mobil di SPBU. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Kupang — Aliansi Cipayung yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kupang berunjuk rasa di depan kantor PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Nusa Tenggara Timur pada Selasa, 13 Oktober 2026. Aksi dimulai pukul 11.00 WITA untuk menyoroti kelangkaan Pertalite dan antrean panjang di Kota Kupang.

Mahasiswa meminta Pertamina membuka informasi tentang pasokan bahan bakar minyak bersubsidi untuk setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Mereka juga mendesak evaluasi mekanisme distribusi dan pengawasan penyaluran Pertalite.

Aliansi Cipayung menyoroti penyaluran ke 15 SPBU di Kota Kupang. Dalam kajian yang dibacakan saat aksi, mahasiswa mempertanyakan tambahan pasokan yang belum menghapus antrean di sejumlah SPBU.

Kajian tersebut mencantumkan keterangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pada Sabtu dan Minggu, Depot Tenau Kupang disebut membongkar enam juta liter BBM bersubsidi. Distribusi untuk Kota Kupang kemudian disebut bertambah 384.000 liter. Pada Senin, 12 Oktober 2026, terdapat tambahan 248.000 liter untuk 15 SPBU.

Transparansi pasokan menentukan kepastian layanan di Kota Kupang

Data pasokan dan realisasi distribusi dibutuhkan warga untuk memahami penyebab antrean. Informasi per SPBU juga dapat membantu pengawasan agar BBM bersubsidi sampai kepada masyarakat sesuai peruntukan.

Aliansi Cipayung menyampaikan dua tuntutan. Pertama, mahasiswa mendesak pencopotan Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Nusa Tenggara Timur. Kedua, mereka meminta Pertamina membuka data pasokan setiap SPBU, termasuk jumlah yang diterima dan mekanisme penyalurannya.

Mahasiswa juga mendorong penguatan pengawasan untuk mencegah kemungkinan penyimpangan distribusi. Dalam laporan yang tersedia, belum ada keterangan Pertamina Patra Niaga Nusa Tenggara Timur mengenai tuntutan tersebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Timor

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.