NTT Hari Ini

Jumat, 9 Oktober 2026

Mengapa 24.027 Warga Flores Masih Mengungsi Pascagempa?

Data Ombudsman yang dikutip RRI pada 7 Oktober 2026 mencatat 24.027 warga masih mengungsi setelah gempa Flores. Sebanyak 156 orang meninggal dan 1.620 orang luka-luka.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Lanskap perbukitan gersang berbatu di bawah langit berawan gelap mendung.
Ilustrasi: Lanskap perbukitan gersang berbatu di bawah langit berawan gelap mendung. · Foto: tommy picone / Pexels

Flores — Pada 7 Oktober 2026, data pemantauan Ombudsman Republik Indonesia yang dikutip RRI menyebut 24.027 warga masih tinggal di pengungsian setelah gempa bumi tektonik mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026. Bencana ini juga menyebabkan 156 orang meninggal dunia dan 1.620 orang mengalami luka-luka.

Pimpinan Ombudsman Republik Indonesia Robert Na Endi Jaweng bersama tim memantau pelayanan publik pascabencana di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat pada 28 September hingga 1 Oktober 2026. Pemantauan mencakup kondisi warga terdampak serta layanan dasar di wilayah tersebut.

Data yang dikutip RRI mencatat 157 fasilitas pelayanan kesehatan dan 2.147 fasilitas pendidikan terdampak. Sebanyak 687 kantor dan 652 rumah ibadah juga mengalami kerusakan. Pendataan serta verifikasi kerusakan masih mencakup 106.703 rumah untuk kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi.

24.027 warga masih membutuhkan kepastian pemulihan di Flores

Jumlah pengungsi menunjukkan bahwa dampak gempa belum selesai bagi warga di Pulau Flores, terutama di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat yang menjadi lokasi pemantauan Ombudsman. Kerusakan fasilitas kesehatan dan pendidikan dapat memengaruhi akses warga terhadap layanan dasar selama masa pemulihan.

Pemantauan Ombudsman berlangsung setelah gempa bumi tektonik pada 15 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan lapangan itu dilaksanakan selama empat hari, dari 28 September hingga 1 Oktober 2026. Laporan yang dikutip RRI menempatkan pemenuhan pelayanan publik dan hak dasar masyarakat sebagai bagian penting dari penanganan pascabencana.

Data kerusakan rumah masih dalam proses pendataan dan verifikasi. Karena itu, angka kerusakan rumah yang tercantum dalam laporan belum menjadi hasil akhir. Informasi lanjutan mengenai rehabilitasi dan rekonstruksi bergantung pada pemutakhiran pendataan serta tindak lanjut pemulihan yang disebut dalam laporan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Flores

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.