Mengapa Asap Karhutla Terlihat di Langit Kota Kupang
BMKG menyebut udara kabur di Kota Kupang kemungkinan dipengaruhi sebaran asap karhutla. Inversi atmosfer pada 2,8 kilometer dan 3,9 kilometer membuat asap bertahan di lapisan bawah.
Oleh Arsyid Muhamad
· Peristiwa: · 2 menit baca
Kupang — Udara kabur di Kota Kupang pada awal Oktober 2026 kemungkinan dipengaruhi sebaran partikulat asap kebakaran hutan dan lahan dari sejumlah wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum memastikan sumber pasti asap tersebut.
Citra satelit Himawari-9 menunjukkan potensi sebaran partikulat asap hingga Kota Kupang. Arah angin dominan dari timur-tenggara menuju barat laut-utara turut memengaruhi pergerakannya. BMKG juga mendeteksi titik panas di Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya pada 7 Oktober 2026, tetapi titik panas tidak serta-merta membuktikan telah terjadi kebakaran.
Pengamatan udara atas Stasiun Meteorologi El Tari pada 8 Oktober 2026 menemukan dua lapisan atmosfer stabil atau inversi subsidensi. Lapisan itu berada pada ketinggian sekitar 2,8 kilometer dan 3,9 kilometer. Kondisi tersebut menghambat pergerakan udara secara vertikal sehingga asap dan partikulat di lapisan bawah dapat bertahan lebih lama.
Udara kabur perlu diwaspadai warga Kota Kupang
BMKG menyarankan warga membatasi aktivitas di luar ruangan saat udara masih kabur. Anak-anak, lanjut usia, dan warga dengan gangguan pernapasan termasuk kelompok yang perlu lebih waspada. Masker disarankan ketika warga harus beraktivitas di luar rumah.
BMKG juga melaporkan sebaran asap terpantau di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Laporan prakiraan periode 9–15 Oktober 2026 menyebut musim kemarau, curah hujan rendah, serta vegetasi yang mengering dapat meningkatkan kerawanan kebakaran hutan dan lahan.
Data satelit tetap perlu ditindaklanjuti dengan pengamatan pendukung. Lokasi sumber asap, konsentrasi partikulat, dan dampaknya terhadap kualitas udara di setiap wilayah belum dapat disimpulkan hanya dari citra sebaran asap.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Bencana
BMKG Prakirakan NTT Berawan, Ngada Berpeluang Hujan Ringan
BMKG memprakirakan cuaca berawan di 22 kabupaten/kota NTT pada Minggu, 11 Oktober 2026. Ngada berpeluang hujan ringan, sedangkan beberapa wilayah berp…
Paling ramai di Timor

Berita utama hari ini

Baca juga




