NTT Hari Ini

Sabtu, 26 September 2026

Mengapa Rp73 Miliar Menjangkau 101 Sekolah di Sikka?

Kemendikdasmen menyiapkan Rp73 miliar untuk 101 sekolah di Kabupaten Sikka pada 2026. Alokasi itu mencakup pemulihan 11 sekolah terdampak gempa dan revitalisasi reguler 90 sekolah.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Hutan dan Pusat Mata Air Wair Terang Area Hutan dan Pusat Mata Air yang dilindungi.
Foto arsip: Hutan dan Pusat Mata Air Wair Terang Area Hutan dan Pusat Mata Air yang dilindungi. · Foto: GaRiku / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Maumere — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan Rp73 miliar untuk revitalisasi 101 sekolah di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, sepanjang 2026. Informasi ini disampaikan pada Rabu, 23 September 2026.

Anggaran tersebut mencakup Rp13 miliar untuk 11 sekolah yang terdampak gempa bumi. Sebanyak 90 sekolah lainnya memperoleh program revitalisasi reguler dengan anggaran Rp60 miliar. Dana itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, mengatakan bantuan ditujukan untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan yang rusak atau masih terbatas. Bantuan mencakup sekolah di Kabupaten Sikka, bukan seluruh wilayah Pulau Flores.

Mengapa revitalisasi sekolah di Sikka penting bagi pembaca

Kabupaten Sikka berada di Pulau Flores, salah satu wilayah yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Data Kemendikdasmen per 16 Agustus 2026 mencatat kerusakan sarana pendidikan di tujuh kabupaten di Pulau Flores, termasuk Sikka. Secara keseluruhan, 253 satuan pendidikan terdampak pada waktu pencatatan tersebut.

Dalam penanganan awal pascagempa, Kemendikdasmen menyiapkan 50 tenda ruang kelas darurat. Pemerintah juga mempercepat identifikasi sekolah yang rusak melalui Tim Revitalisasi Satuan Pendidikan. Langkah ini diperlukan agar perbaikan sarana belajar berjalan bersamaan dengan pemulihan kegiatan pembelajaran.

Untuk Kabupaten Sikka, angka Rp73 miliar menunjukkan pemisahan antara bantuan akibat gempa dan revitalisasi reguler. Sebanyak 11 sekolah masuk alokasi penanganan dampak gempa, sedangkan 90 sekolah mendapat dukungan melalui program reguler. Dengan demikian, bantuan menyasar kebutuhan pemulihan pascabencana sekaligus keterbatasan fasilitas yang sudah ada.

RRI melaporkan total 101 sekolah menerima bantuan revitalisasi sarana dan prasarana pada 2026. Sumber yang sama menyebut pernyataan tersebut disampaikan oleh Patrisius Pederiko saat ditemui di ruang kerjanya pada 23 September 2026. Laporan resmi Kemendikdasmen juga menyatakan pemerintah memprioritaskan sekolah terdampak bencana dalam program revitalisasi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pendidikan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.