NTT Hari Ini

Jumat, 2 Oktober 2026

Mengapa Sebagian Besar NTT Diprakirakan Tetap Kering pada Oktober?

BMKG memperkirakan sebagian besar NTT berpeluang menerima curah hujan kurang dari 50 milimeter per bulan pada Oktober 2026. Sejumlah kabupaten juga masuk pemantauan kekeringan meteorologis.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampilan jarak dekat permukaan tanah kering yang pecah-pecah dan berwarna kecokelatan.
Ilustrasi: Tampilan jarak dekat permukaan tanah kering yang pecah-pecah dan berwarna kecokelatan. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Kupang — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan kurang dari 50 milimeter per bulan berpeluang tinggi terjadi di sebagian besar Nusa Tenggara Timur pada Oktober 2026. Analisis tersebut tercantum dalam laporan dinamika atmosfer yang diterbitkan BMKG pada 24 Agustus 2026.

BMKG juga mencatat peluang curah hujan kurang dari 50 milimeter per bulan di wilayah lain, termasuk Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian wilayah Sulawesi, Maluku bagian selatan, dan Papua Selatan bagian selatan. Data itu merupakan prakiraan bulanan, bukan pengukuran hujan harian di setiap kabupaten.

Mengapa kekeringan NTT penting bagi warga?

Risiko kekeringan perlu dibaca per pulau dan kabupaten karena kondisi hujan dapat berbeda dalam wilayah yang sama. Laporan BMKG menyebut Nusa Tenggara Timur secara umum, sementara halaman peringatan dini BMKG memuat sejumlah kabupaten yang masuk pemantauan kekeringan meteorologis pada Dasarian III September 2026.

Pada September 2026, BMKG juga memprakirakan curah hujan kurang dari 50 milimeter per bulan berpeluang tinggi terjadi di Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini menjadi latar penting untuk pemantauan ketersediaan air di Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor.

Informasi yang tersedia dalam laporan yang ditemukan belum merinci angka prakiraan Oktober 2026 untuk setiap kabupaten dan pulau di Nusa Tenggara Timur. Karena itu, angka kurang dari 50 milimeter per bulan tidak dapat dipakai untuk menyimpulkan kondisi setiap kabupaten secara terpisah.

BMKG menempatkan peringatan dini kekeringan meteorologis Dasarian III September 2026 sebagai informasi pemantauan. Rincian kabupaten pada halaman peringatan dini mencakup Malaka dan Sikka, tetapi cuplikan laporan yang tersedia belum memuat daftar lengkap wilayah untuk Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor.

Warga dan pemerintah daerah dapat menggunakan pembaruan BMKG berikutnya untuk menilai perubahan prakiraan dan status peringatan pada tingkat kabupaten. Laporan yang tersedia tidak menyatakan jadwal tindakan lanjutan tertentu.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.