NTT Hari Ini

Sabtu, 26 September 2026

NTT Tinjau Pengembangan Sorgum di Kabupaten Kupang

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur meninjau sorgum di Kabupaten Kupang pada September 2026. Fokusnya menghubungkan petani, pengolahan, dan pasar.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seseorang memegang dan memeriksa butiran biji-bijian kuning di telapak tangannya di luar ruangan.
Ilustrasi: Seseorang memegang dan memeriksa butiran biji-bijian kuning di telapak tangannya di luar ruangan. · Foto: Mark Stebnicki / Pexels

Kupang — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama pelaku usaha meninjau pertanaman sorgum di Kabupaten Kupang pada September 2026. Peninjauan itu melihat potensi pengembangan sorgum sekaligus memperkuat hubungan antara produksi petani, pengolahan, dan pemasaran hasil.

Sorgum dinilai relevan bagi pertanian lahan kering. Tanaman serealia ini dapat dimanfaatkan sebagai pangan dan pakan, serta berpeluang diolah menjadi produk bernilai tambah. Sorgum juga disebut mampu beradaptasi pada kondisi dengan ketersediaan air terbatas.

Sorgum menghubungkan lahan kering dengan pasar pangan

Bagi pembaca di Timor, pengembangan sorgum berkaitan dengan upaya memanfaatkan lahan yang sesuai untuk tanaman yang relatif toleran terhadap kekeringan. Kabupaten Kupang menjadi lokasi peninjauan karena memiliki karakter lahan kering dan peluang pengembangan komoditas tersebut.

Kegiatan lapangan itu tidak hanya menilai pertanaman. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama pelaku usaha juga memperhatikan keterhubungan rantai usaha, mulai dari petani sebagai produsen bahan baku hingga pengolahan dan pemasaran hasil.

Sorgum dapat dikembangkan sebagai pangan lokal. Produk berbasis sorgum yang telah disebut dalam laporan terkait pengembangan di Nusa Tenggara Timur antara lain beras sorgum, tepung sorgum, dan pangan olahan. Pemanfaatan tersebut membuka ruang agar hasil panen tidak berhenti sebagai bahan mentah.

Laporan pemerintah daerah juga menyebut kajian Kementerian Pertanian mengenai pengembangan agroindustri sorgum di Nusa Tenggara Timur. Penguatan komoditas ini diarahkan sepanjang rantai nilai, termasuk produksi, kelembagaan petani, pengolahan, dan perluasan pemasaran.

Peninjauan pada September 2026 menjadi bagian dari pengamatan terhadap potensi sorgum di Kabupaten Kupang.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.