Ombudsman Catat 24.027 Warga Masih Mengungsi di Flores
Dalam rapat koordinasi di Ruteng pada 2 Oktober 2026, Ombudsman menyebut 24.027 warga masih mengungsi. Pendataan dan verifikasi kerusakan 106.703 rumah masih berjalan.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Ruteng — Ombudsman Republik Indonesia menyampaikan dalam rapat koordinasi monitoring pelayanan publik pascagempa di Ruteng, Manggarai, pada 2 Oktober 2026, bahwa 24.027 warga masih tinggal di pengungsian. Pada saat yang sama, 106.703 rumah masih dalam proses pendataan dan verifikasi kerusakan.
Rapat tersebut membahas hasil pemantauan pelayanan publik di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat. Pemantauan dilakukan pada 28 September hingga 1 Oktober 2026 oleh Pimpinan Ombudsman Republik Indonesia Robert Na Endi Jaweng bersama tim.
Gempa bumi tektonik mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026. Data yang disampaikan dalam laporan pemantauan mencatat 156 orang meninggal dunia dan 1.620 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 687 kantor dan 652 rumah ibadah juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Pendataan dan verifikasi rumah diperlukan untuk menentukan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi. Data korban, rumah rusak, fasilitas publik, pengungsi, serta calon penerima bantuan harus terus diperbarui agar pemulihan tepat sasaran.
Data pengungsi dan rumah rusak menentukan pemulihan Flores
Bagi warga di Flores, angka pengungsian menunjukkan bahwa kebutuhan pelayanan dasar masih berlangsung setelah fase tanggap darurat. Pemantauan Ombudsman mencakup fasilitas pendidikan dan kesehatan, posko pengungsian, hunian sementara, pengungsi mandiri, rumah ibadah, serta kampung nelayan.
Ombudsman juga memantau penyusunan dan pelaksanaan Jitupasna serta R3P sebagai dasar pemulihan pascabencana. Proses tersebut berkaitan dengan penetapan penerima bantuan dan perencanaan rehabilitasi maupun rekonstruksi.
Rangkaian pemantauan berfokus pada pemenuhan hak masyarakat terdampak dan penyelenggaraan pelayanan dasar selama transisi menuju pemulihan. Laporan yang tersedia tidak menyebutkan rincian terpisah untuk seluruh pulau lain di Nusa Tenggara Timur.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Golo Mori Sunset Run Digelar Setelah Ditunda akibat Gempa Flores
Golo Mori Sunset Run 2026 berlangsung pada 3 Oktober setelah ditunda akibat gempa Flores. Ajang ini memadukan lari dan promosi kawasan Golo Mori sebag…
Paling ramai di Flores

Baca juga




