Ombudsman Temukan Fasilitas Belajar Tiga Desa Terdampak Gempa Belum Memadai
Ombudsman menemukan kegiatan belajar di tiga desa terdampak gempa masih menggunakan terpal. Pemerintah diminta menyediakan tenda besar selama masa transisi pemulihan.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Ruteng — Pada 3 Oktober 2026, Ombudsman Republik Indonesia menyampaikan kegiatan belajar mengajar di Desa Golo Sepang, Kabupaten Manggarai Barat, serta Desa Robek dan Desa Paralando, Kabupaten Manggarai, masih berlangsung menggunakan terpal. Ombudsman meminta pemerintah menyediakan tenda besar sebagai ruang belajar sementara selama masa transisi pemulihan.
Temuan itu berkaitan dengan pemantauan pelayanan publik di wilayah terdampak gempa Flores. Di tiga desa tersebut, fasilitas belajar dinilai belum memadai. Siswa masih mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan perlindungan terpal yang kurang layak dan tidak kondusif.
Tenda belajar dibutuhkan di Manggarai dan Manggarai Barat
Permintaan tenda besar ditujukan untuk menjaga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan ketika sekolah atau ruang belajar belum dapat digunakan secara normal. Ombudsman menyebut fasilitas darurat tersebut sebagai solusi sementara selama masa transisi pemulihan.
Di Kabupaten Manggarai Barat, lokasi yang disebut adalah Desa Golo Sepang. Di Kabupaten Manggarai, kegiatan serupa ditemukan di Desa Robek dan Desa Paralando. Laporan lain mengenai pemantauan Ombudsman menyebut keterbatasan tenda khusus ruang kelas di sejumlah wilayah terdampak. Satu hingga dua tenda digunakan bergantian oleh murid.
Ombudsman mendorong pemerintah terkait menindaklanjuti kebutuhan pendidikan di wilayah terdampak. Permintaan yang disampaikan adalah penyediaan tenda besar agar siswa dan guru memiliki ruang belajar sementara yang lebih layak selama pemulihan berlangsung.
Kondisi belajar di bawah terpal menunjukkan bahwa pemulihan pascagempa belum hanya menyangkut tempat tinggal. Layanan pendidikan juga perlu dipertahankan di tingkat desa, terutama di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat yang disebut dalam pemantauan tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Cafe Ghaura Coklat Kembangkan Wisata lewat Menu Produk Lokal
Cafe Ghaura Coklat di Labuan Bajo memakai nama Pink Beach dan Komodo pada menu. Kafe ini mengaitkan sajian cokelat dengan produk lokal dan pengalaman…
Paling ramai di Flores

Berita utama hari ini

Baca juga




