Pelabuhan Maumere: Layanan Kapal, Barang, dan Kondisi Dermaga
Pelabuhan Lorens Say Maumere tetap menjadi simpul kapal penumpang, barang, bantuan, dan pelayaran perintis. Setelah gempa 15 Agustus 2026, pemulihan Dermaga 4 berjalan sementara peti kemas tetap dilayani.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Pelabuhan Maumere, yang juga dikenal sebagai Pelabuhan Lorens Say, menjadi simpul angkutan penumpang, peti kemas, barang bantuan, dan pelayaran perintis di Kabupaten Sikka. Pada September-Oktober 2026, layanan kapal tetap tercatat menuju Maumere, sementara pemulihan fasilitas penumpang pascagempa berlangsung bertahap dan bongkar muat peti kemas disebut tetap berjalan.
Pelabuhan Maumere melayani apa?
Pelabuhan Lorens Say melayani kapal penumpang PELNI dan angkutan barang. PELNI mencatat pengiriman 282,5 ton bantuan kemanusiaan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Lorens Say, Maumere, pada 2026.
Jaringan pelayarannya mencakup rute kapal PELNI. Detik mencatat KM Lambelu singgah di Pelabuhan Maumere dalam rute yang menghubungkan Kalimantan, Sulawesi, dan NTT pada Oktober 2026.
Bagaimana kondisi layanan setelah gempa?
Gempa pada 15 Agustus 2026 merusak sejumlah titik di area terminal dan zona olah gerak kapal, terutama Dermaga 4, menurut Bisnis Nusa. Dermaga itu biasa melayani kapal Ro-Ro dan penumpang, lalu ditutup sementara untuk pembersihan dan sterilisasi.
Menurut laporan yang sama, layanan bongkar muat peti kemas tidak terganggu. PELNI juga menyatakan operasional kapal dari dan menuju Maumere tetap berjalan setelah gempa, menurut halaman berita perusahaan yang diperbarui 3 September 2026.
Apakah kapal PELNI masih singgah?
Ya. Jadwal KM Lambelu yang diperbarui 11 Oktober 2026 mencatat kapal tiba di Maumere pada 7 Oktober 2026 pukul 03.00 WITA dan berangkat pada 7 Oktober 2026 pukul 05.00 WITA. Jadwal tersebut menempatkan Maumere setelah Makassar dan sebelum Larantuka.
Jadwal kapal dapat berubah karena cuaca, keselamatan, atau penyesuaian operasional. Informasi keberangkatan perlu dicocokkan dengan pengumuman operator dan pengelola pelabuhan sebelum perjalanan.
Apa peran pelayaran perintis dan pelabuhan rakyat?
Penelitian yang terbit pada 2026 menyebut Pelabuhan Lorens Say menjadi pangkalan dua trayek kapal perintis, yakni R.27 dan R.28. Penelitian itu juga mencatat Pelabuhan Wuring sebagai pelabuhan rakyat berstatus pengumpan lokal.
Wuring melayani aktivitas bongkar muat pelayaran rakyat dan memasok kebutuhan pokok ke Kabupaten Sikka, menurut penelitian tersebut. Karena itu, kawasan pelabuhan Maumere tidak hanya berkaitan dengan penumpang antarpulau, tetapi juga arus barang untuk pasar dan rumah tangga di Sikka.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores
Bantuan Air Bersih Tiba untuk Warga Wolomotong Sikka
Warga Wolomotong, Sikka, menerima bantuan air bersih setelah krisis sekitar tiga bulan. Kekeringan berdampak pada lebih dari 720 kepala keluarga dan l…
Terbaru di Ekonomi

Baca juga




