Pemeriksaan 1.989 Bangunan Menopang Pemulihan Pascagempa Flores
Kementerian Pekerjaan Umum memperkuat koordinasi pemulihan pascagempa di Flores. Penanganan mencakup air bersih, sanitasi, serta pemeriksaan 1.989 bangunan dan prasarana.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Flores — Pada 12 Oktober 2026, Kementerian Pekerjaan Umum memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menangani air bersih, sanitasi, serta pemeriksaan bangunan dan prasarana terdampak gempa di Pulau Flores.
Melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum menyalurkan lebih dari 1,168 juta liter air bersih kepada lebih dari 41.407 jiwa di enam kabupaten. Penyaluran berlangsung selama masa tanggap darurat, dari 19 Agustus hingga akhir September 2026, melalui 15 titik posko terpadu dan posko mandiri.
Dukungan sanitasi juga diberikan di lokasi pengungsian. Sebanyak 31 bilik toilet darurat tersedia pada 11 titik posko pengungsian di empat kabupaten dan melayani sekitar 10.410 jiwa.
Hingga 7 Oktober 2026, sarana tanggap darurat yang disiagakan meliputi 20 mobil tangki air, 97 hidran umum, 17 toilet portabel, tiga mobil tinja atau vakum, dua mobil instalasi pengolahan air, dua tangki biority, dua dump truck, dan satu mobil toilet.
Pemeriksaan dilakukan terhadap 1.989 bangunan dan prasarana di delapan kabupaten. Objeknya mencakup fasilitas kesehatan, sekolah, perkantoran, tempat ibadah, serta sarana air minum dan sanitasi.
Pemeriksaan lintas kabupaten menentukan pemulihan Flores
Langkah ini penting bagi pembaca di Flores karena layanan dasar dan keselamatan bangunan menentukan akses warga terhadap air, sanitasi, fasilitas umum, serta jalur pemulihan setelah gempa. Penanganan dibedakan menurut kebutuhan di tiap kabupaten, bukan disamaratakan untuk seluruh Nusa Tenggara Timur.
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sebelumnya melaporkan penanganan air bersih dan infrastruktur sumber daya air di wilayah terdampak, termasuk Pulau Palue. Pemerintah juga memeriksa fasilitas yang berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari warga dan lokasi pengungsian.
Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur terdampak. Informasi tersebut menjadi perkembangan lanjutan dari penanganan darurat yang berlangsung sejak gempa di Flores.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Headline NTT
Gubernur NTT Minta Evaluasi Rutin Distribusi BBM
Dalam rapat virtual 13 Oktober 2026, Gubernur NTT Melki Laka Lena meminta evaluasi rutin distribusi BBM, jaminan pasokan, dan harga sesuai ketetapan p…
Terbaru di Bencana
Berita utama hari ini

Baca juga




