Pemprov NTT Verifikasi Data Kerusakan Gempa Flores dari Tujuh Kabupaten
Pemerintah Provinsi NTT memverifikasi data kerusakan gempa Flores dari tujuh kabupaten pada 17 September 2026. Data sementara mencatat 120 korban meninggal dan 136.642 warga mengungsi.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memverifikasi data kerusakan dan kerugian gempa Flores pada 17 September 2026 melalui forum konsolidasi sektoral dan kewilayahan di Kupang. Kegiatan itu melibatkan BAPPERIDA, BPBD, dan Program Kemitraan Australia-Indonesia SIAP SIAGA.
Mengapa ini penting: Konsolidasi ini menjadi dasar pendataan pemulihan bagi warga, rumah, dan fasilitas publik di tujuh kabupaten terdampak gempa Flores.
Verifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun satu basis data untuk menyusun kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi berdasarkan kondisi lapangan. Pemerintah provinsi menyebut data itu mencakup tujuh kabupaten terdampak.
Menurut Pemerintah Provinsi NTT, data aplikasi INATANA BPBD per 15 September 2026 mencatat 120 orang meninggal dunia, 1.191 orang luka-luka, dan 136.642 warga mengungsi. Data itu masih menjadi bahan verifikasi.
INATANA juga mencatat sedikitnya 86.018 rumah mengalami kerusakan. Kerusakan fasilitas publik yang tercatat meliputi 573 fasilitas kesehatan, 2.240 fasilitas pendidikan, 535 rumah ibadah, dan 566 perkantoran.
Pemerintah provinsi menegaskan tingkat kerusakan fasilitas tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Data yang dikonsolidasikan akan digunakan untuk memastikan lokasi, dampak, dan kebutuhan pemulihan tiap wilayah.
Data sementara dampak gempa
- Korban meninggal dunia: 120 orang.
- Korban luka-luka: 1.191 orang.
- Warga mengungsi: 136.642 orang.
- Rumah rusak: sedikitnya 86.018 unit.
- Fasilitas pendidikan rusak: 2.240 unit.
RRI Kupang melaporkan konsolidasi itu dilakukan agar pemulihan gempa Flores lebih tepat sasaran. Pemerintah Provinsi NTT menerbitkan siaran pers mengenai kegiatan tersebut pada 17 September 2026 dan memperbaruinya pada 22 September 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Gilang Adi Prakasa Soroti Penguatan Desa Wisata NTT
Gilang Adi Prakasa menyebut potensi wisata NTT terbagi dalam tiga kluster. Ia menilai desa wisata memerlukan modal, pendampingan, kualitas produk, dan…
Terbaru di Bencana

Baca juga




