Pengamat Minta Kuota Pertalite di NTT Dievaluasi Berdasarkan Kebutuhan
Pengamat ekonomi NTT menilai kelangkaan Pertalite berulang di Kupang berkaitan dengan tata kelola distribusi dan meminta kuota dihitung berdasarkan kebutuhan aktual, termasuk kendaraan berpelat luar daerah.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Kota Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama PT Pertamina Patra Niaga mempercepat pemulihan pasokan bahan bakar minyak setelah kelangkaan Pertalite memicu antrean di sejumlah SPBU Kota Kupang pada 13 Oktober 2026. Pada hari yang sama, pengamat ekonomi Frits Fanggidae meminta pemerintah mengevaluasi kuota berdasarkan kebutuhan aktual.
Mengapa ini penting: Warga dan pelaku usaha di Kota Kupang terdampak antrean Pertalite, sementara distribusi tambahan telah diarahkan ke 15 SPBU sejak 12 Oktober 2026.
Menurut Frits dalam laporan RRI Kupang, kelangkaan berulang menunjukkan persoalan tata kelola distribusi, bukan semata keterlambatan pasokan. Ia mengatakan perhitungan kuota perlu mempertimbangkan kendaraan berpelat luar daerah yang beroperasi di NTT karena kendaraan tersebut turut menggunakan Pertalite.
Frits juga mendorong pemerintah, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, serta Pertamina memperkuat koordinasi, pemantauan, evaluasi, dan penyesuaian kuota berdasarkan data konsumsi. Pemerintah perlu menangani antrean dalam jangka pendek dan memperbaiki manajemen persediaan serta pengawasan distribusi dalam jangka panjang.
Kelangkaan itu mendorong aliansi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kupang berunjuk rasa di depan kantor PT Pertamina Patra Niaga NTT pada 13 Oktober. Mahasiswa menyoroti antrean panjang dan meminta Pertamina membuka informasi mengenai pasokan, mekanisme distribusi, serta pembagian kuota setiap SPBU.
Pemerintah provinsi menyatakan kapal pengangkut BBM tiba di Terminal Fuel Tenau pada 10 Oktober dengan membawa 6.000.000 liter BBM. Sebanyak 384.000 liter Pertalite disalurkan pada 11 Oktober untuk Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Timor Tengah Selatan.
Pada 12 Oktober, Pertamina menyalurkan 248.000 liter Pertalite untuk memperkuat persediaan di 15 SPBU Kota Kupang. Pemerintah provinsi menyatakan 15 SPBU tersebut telah kembali beroperasi normal dan akan terus memantau stok serta distribusi bersama Pertamina.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
FCE 2026 Buka Ruang UMKM Menggerakkan Ekonomi Kota Kupang
Wali Kota Kupang menilai FCE 2026 menggerakkan ekonomi daerah melalui keterlibatan UMKM. Pelaku usaha mendapat ruang untuk memasarkan produk kepada pe…
Terbaru di Ekonomi

Baca juga





