NTT Hari Ini

Rabu, 14 Oktober 2026

Pengamat Minta Kuota Pertalite di NTT Dievaluasi Berdasarkan Kebutuhan

Pengamat ekonomi NTT menilai kelangkaan Pertalite berulang di Kupang berkaitan dengan tata kelola distribusi dan meminta kuota dihitung berdasarkan kebutuhan aktual, termasuk kendaraan berpelat luar daerah.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tangan seseorang memasukkan nozel bensin ke dalam tangki bahan bakar mobil putih.
Ilustrasi: Tangan seseorang memasukkan nozel bensin ke dalam tangki bahan bakar mobil putih. · Foto: Fahad Puthawala / Pexels

Kota Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama PT Pertamina Patra Niaga mempercepat pemulihan pasokan bahan bakar minyak setelah kelangkaan Pertalite memicu antrean di sejumlah SPBU Kota Kupang pada 13 Oktober 2026. Pada hari yang sama, pengamat ekonomi Frits Fanggidae meminta pemerintah mengevaluasi kuota berdasarkan kebutuhan aktual.

Mengapa ini penting: Warga dan pelaku usaha di Kota Kupang terdampak antrean Pertalite, sementara distribusi tambahan telah diarahkan ke 15 SPBU sejak 12 Oktober 2026.

Menurut Frits dalam laporan RRI Kupang, kelangkaan berulang menunjukkan persoalan tata kelola distribusi, bukan semata keterlambatan pasokan. Ia mengatakan perhitungan kuota perlu mempertimbangkan kendaraan berpelat luar daerah yang beroperasi di NTT karena kendaraan tersebut turut menggunakan Pertalite.

Frits juga mendorong pemerintah, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, serta Pertamina memperkuat koordinasi, pemantauan, evaluasi, dan penyesuaian kuota berdasarkan data konsumsi. Pemerintah perlu menangani antrean dalam jangka pendek dan memperbaiki manajemen persediaan serta pengawasan distribusi dalam jangka panjang.

Kelangkaan itu mendorong aliansi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kupang berunjuk rasa di depan kantor PT Pertamina Patra Niaga NTT pada 13 Oktober. Mahasiswa menyoroti antrean panjang dan meminta Pertamina membuka informasi mengenai pasokan, mekanisme distribusi, serta pembagian kuota setiap SPBU.

Pemerintah provinsi menyatakan kapal pengangkut BBM tiba di Terminal Fuel Tenau pada 10 Oktober dengan membawa 6.000.000 liter BBM. Sebanyak 384.000 liter Pertalite disalurkan pada 11 Oktober untuk Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Timor Tengah Selatan.

Pada 12 Oktober, Pertamina menyalurkan 248.000 liter Pertalite untuk memperkuat persediaan di 15 SPBU Kota Kupang. Pemerintah provinsi menyatakan 15 SPBU tersebut telah kembali beroperasi normal dan akan terus memantau stok serta distribusi bersama Pertamina.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.