Polisi Amankan Guru Honorer dalam Kasus Kekerasan Elektronik di Kupang
Polisi mengamankan guru honorer berinisial L di Kota Kupang setelah dugaan kekerasan seksual berbasis elektronik melalui panggilan video. Kasusnya diproses oleh Polda NTT.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Kupang — Seorang guru honorer berinisial L diamankan polisi di Kelurahan Penkase Oeleta, Kota Kupang, pada Rabu, 23 September 2026. Ia diduga melakukan kekerasan seksual berbasis elektronik melalui panggilan video WhatsApp.
Penangkapan dilakukan Tim Zero Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur. L disebut berusia 27 tahun dan berasal dari Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak.
Kasus tersebut bermula dari laporan korban pada 8 September 2026. Menurut keterangan dalam laporan, L memperlihatkan alat kelaminnya melalui panggilan video kepada korban. Ia juga disebut berulang kali menghubungi korban dengan berbagai nomor.
Polisi menyebut tindakan itu membuat korban takut dan tidak nyaman. L turut diduga beberapa kali mengajak korban berhubungan badan dengan iming-iming uang.
Kasus ini penting bagi warga Kota Kupang
Peristiwa ini menunjukkan bahwa kekerasan seksual berbasis elektronik dapat terjadi melalui sarana komunikasi sehari-hari. Warga perlu mengenali pola kontak yang berulang, menyimpan bukti komunikasi, dan melaporkan dugaan kekerasan kepada kepolisian.
Dalam pemeriksaan, L mengakui perbuatannya dan menyebut pernah melakukan tindakan serupa terhadap tiga korban lain. L disebut mengajar sebagai guru honorer di salah satu sekolah dasar di Kota Kupang.
Setelah diamankan, L diserahkan kepada Subdirektorat I Perempuan pada Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Kota Kupang Pertahankan Gelar TP2DD Terbaik I Nusampua
Kota Kupang kembali menjadi TP2DD Kota Terbaik I wilayah Nusampua. Penghargaan diumumkan dalam Rakornas P2DD 2026 di Jakarta pada 24 September 2026.
Paling ramai di Timor

Berita utama hari ini

Baca juga





