Sebagian Wilayah NTT Masih Mengalami Hari Tanpa Hujan Ekstrem
BMKG melaporkan sebagian besar wilayah NTT masih mengalami hari tanpa hujan ekstrem hingga akhir September 2026. Sebanyak 27 dari 28 zona musim diprakirakan baru memasuki musim hujan pada Desember.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Kupang — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melaporkan sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur masih mengalami hari tanpa hujan kategori ekstrem panjang hingga Rabu, 30 September 2026. Sejumlah lokasi mencatat lebih dari 130 hari berturut-turut tanpa hujan signifikan.
Mengapa ini penting: Warga di sejumlah wilayah NTT menghadapi periode kering yang lebih panjang karena 27 dari 28 zona musim diprakirakan baru memasuki musim hujan pada Desember 2026.
Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Kupang Rahmattulloh Adji, kondisi itu terpantau dalam pemantauan Hari Tanpa Hujan dasarian ketiga September 2026. Wilayah dengan durasi lebih dari 130 hari tanpa hujan meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Belu, Lembata, Ngada, Ende, Sumba Timur, Sikka, dan Alor.
Hari Tanpa Hujan lebih dari 60 hari masuk kategori ekstrem panjang. Data tersebut menunjukkan kemarau masih berlangsung di banyak wilayah NTT pada akhir September.
Awal musim hujan
BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah NTT baru memasuki awal musim hujan pada Desember 2026. Dari 28 zona musim, sebanyak 27 zona diprakirakan mulai memasuki musim hujan pada bulan tersebut.
Menurut Pos Kupang, Manggarai diprakirakan menjadi wilayah yang lebih dahulu memasuki musim hujan, yakni pada November 2026. Pada dasarian pertama Desember, hujan diprakirakan mulai terjadi di bagian tengah Timor Tengah Selatan.
BMKG menentukan awal musim hujan berdasarkan curah hujan lebih dari 50 milimeter dalam satu dasarian dan berlanjut selama dua dasarian berikutnya, atau mencapai 150 milimeter dalam satu bulan.
Pergeseran awal musim hujan memperpanjang periode kering di sejumlah wilayah. Kondisi ini meningkatkan risiko berkurangnya ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat, pertanian, dan peternakan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kepulauan
Alor NTT: letak, akses, dan alasan wilayah ini dikenal luas
Kabupaten Alor di Nusa Tenggara Timur adalah wilayah kepulauan dengan pusat di Kalabahi, dikenal lewat laut dan budaya serta diakses utama melalui pen…
Terbaru di Bencana

Baca juga





