Stok Beras NTT Diproyeksikan Aman hingga Januari 2027
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT menyatakan stok sebagian besar komoditas aman selama dua sampai tiga bulan dan beras diproyeksikan tersedia hingga Januari 2027. Beras premium dan bawang putih tetap dipantau.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur menyatakan stok pangan di wilayah itu aman berdasarkan pemantauan pada 6 Oktober 2026. Hampir semua komoditas diperkirakan memiliki ketahanan stok dua sampai tiga bulan, sedangkan stok beras diproyeksikan tersedia hingga Januari 2027.
Mengapa ini penting: Pembaca mendapat informasi bahwa stok beras NTT diproyeksikan tersedia hingga Januari 2027, sementara harga beras premium dan bawang putih masih dipantau.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Christiany Ivonny Beda, mengatakan pemantauan harga dan stok dilakukan setiap hari melalui petugas enumerator. Pemantauan mencakup pasar dan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk mengawasi perubahan harga.
Beras premium di Kabupaten Manggarai Barat menjadi salah satu komoditas yang diawasi karena harganya meningkat. Pemerintah NTT juga memantau bawang putih di sejumlah wilayah. Menurut Ivonny, harga bawang putih sempat naik karena pasokannya masih bergantung pada impor, tetapi kembali turun sejak Senin.
Selain harga, pemerintah daerah memperhatikan distribusi pangan. Kondisi geografis NTT yang terdiri atas banyak pulau membuat kelancaran pasokan perlu dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten, Perum Bulog, distributor, dan pelaku usaha.
Di Manggarai Barat, pemerintah kabupaten menyiapkan pemantauan rutin di sejumlah pasar dan pusat distribusi, termasuk Pasar Lembor dan Pasar Batu Cermin. Pemantauan itu mencakup harga, ketersediaan stok, dan kelancaran distribusi.
Forum Tim Pengendalian Inflasi Daerah Manggarai Barat juga menekankan bahwa data surplus beras secara agregat belum otomatis menggambarkan keamanan stok harian di tingkat penggilingan, distributor, dan pasar. Data produksi gabah perlu dihubungkan dengan jumlah beras yang tersedia di setiap mata rantai pasokan.
Pemerintah daerah menggunakan hasil pemantauan untuk menyusun proyeksi neraca pangan dan mengantisipasi gangguan pasokan. Data lapangan menjadi dasar koordinasi lanjutan dengan Bulog, distributor, serta pemerintah kabupaten.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Bencana
Penyebab Gempa di NTT: Lempeng Tektonik, Sesar Aktif, dan Flores Back-Arc Thrust
Gempa di NTT terutama dipicu interaksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia, plus sesar aktif seperti Flores Back-Arc Thrust serta sesar darat seperti S…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga



