NTT Hari Ini

Rabu, 7 Oktober 2026

Stok Beras NTT Diproyeksikan Aman hingga Januari 2027

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT menyatakan stok sebagian besar komoditas aman selama dua sampai tiga bulan dan beras diproyeksikan tersedia hingga Januari 2027. Beras premium dan bawang putih tetap dipantau.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Biji-biji beras putih di atas sendok kayu dan permukaan bertekstur.
Ilustrasi: Biji-biji beras putih di atas sendok kayu dan permukaan bertekstur. · Foto: Suki Lee / Pexels

Jakarta — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur menyatakan stok pangan di wilayah itu aman berdasarkan pemantauan pada 6 Oktober 2026. Hampir semua komoditas diperkirakan memiliki ketahanan stok dua sampai tiga bulan, sedangkan stok beras diproyeksikan tersedia hingga Januari 2027.

Mengapa ini penting: Pembaca mendapat informasi bahwa stok beras NTT diproyeksikan tersedia hingga Januari 2027, sementara harga beras premium dan bawang putih masih dipantau.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Christiany Ivonny Beda, mengatakan pemantauan harga dan stok dilakukan setiap hari melalui petugas enumerator. Pemantauan mencakup pasar dan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk mengawasi perubahan harga.

Beras premium di Kabupaten Manggarai Barat menjadi salah satu komoditas yang diawasi karena harganya meningkat. Pemerintah NTT juga memantau bawang putih di sejumlah wilayah. Menurut Ivonny, harga bawang putih sempat naik karena pasokannya masih bergantung pada impor, tetapi kembali turun sejak Senin.

Selain harga, pemerintah daerah memperhatikan distribusi pangan. Kondisi geografis NTT yang terdiri atas banyak pulau membuat kelancaran pasokan perlu dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten, Perum Bulog, distributor, dan pelaku usaha.

Di Manggarai Barat, pemerintah kabupaten menyiapkan pemantauan rutin di sejumlah pasar dan pusat distribusi, termasuk Pasar Lembor dan Pasar Batu Cermin. Pemantauan itu mencakup harga, ketersediaan stok, dan kelancaran distribusi.

Forum Tim Pengendalian Inflasi Daerah Manggarai Barat juga menekankan bahwa data surplus beras secara agregat belum otomatis menggambarkan keamanan stok harian di tingkat penggilingan, distributor, dan pasar. Data produksi gabah perlu dihubungkan dengan jumlah beras yang tersedia di setiap mata rantai pasokan.

Pemerintah daerah menggunakan hasil pemantauan untuk menyusun proyeksi neraca pangan dan mengantisipasi gangguan pasokan. Data lapangan menjadi dasar koordinasi lanjutan dengan Bulog, distributor, serta pemerintah kabupaten.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.