NTT Hari Ini

Sabtu, 26 September 2026

Tenun Sumba: makna motif, proses pembuatan, dan fungsi budayanya

Tenun Sumba adalah kain tenun ikat dari Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, yang dibuat lewat proses panjang dan dipakai dalam adat, ritual, serta ekonomi kreatif. Motifnya menyimpan makna sosial yang kuat dan diakui sebagai warisan budaya.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Sumba, Nusa Tenggara Timur.
Foto arsip: Sumba, Nusa Tenggara Timur. · Foto: Allwyn Wawyn / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Tenun Sumba — adalah kain tenun ikat dari Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, yang dibuat dengan teknik ikat sebelum benang ditenun dan dipakai dalam busana, upacara adat, serta kegiatan budaya. Sejumlah sumber juga mencatat motifnya membawa makna sosial dan simbolik yang kuat dalam kehidupan masyarakat Sumba.

Apa yang dimaksud dengan tenun Sumba?

Tenun Sumba merujuk pada kain tenun ikat dari Sumba yang dibuat dengan cara mengikat bagian benang tertentu sebelum dicelup warna, lalu baru ditenun. Proses ini membedakannya dari kain cetak karena pola dibangun dari susunan benang, bukan dari permukaan kain.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mencatat Tenun Ikat Sumba sebagai warisan budaya.

Kenapa tenun Sumba dikenal khas?

Kekhasan tenun Sumba terletak pada motif figuratif yang sering menampilkan hewan dan simbol tertentu. Indonesia Travel menjelaskan motif kuda melambangkan kepahlawanan, keagungan, dan kebangsawanan, sementara buaya dan ayam mewakili kekuatan dan vitalitas.

Sumber lain menyebut motif burung kakatua melambangkan persatuan, dan beberapa kain dipakai dalam konteks sosial atau ritual yang berbeda.

Bagaimana tenun Sumba dibuat?

Proses tenun ikat Sumba dikenal panjang karena benang harus diikat, dicelup, dikeringkan, lalu ditenun. Cap Karoso menyebut satu karya ikat dapat melewati 42 tahap pekerjaan, dari bahan baku hingga penyelesaian akhir.

Sumber yang sama mencatat pengerjaannya bisa memakan dua sampai tiga bulan, dan untuk kain besar dapat mencapai satu tahun, dengan keterlibatan tiga sampai sepuluh perajin.

Dipakai untuk apa saja?

Tenun Sumba dipakai sebagai busana adat dan perlengkapan upacara. Indonesia Travel menulis kain ini berperan dalam kelahiran, pernikahan, dan ritual penguburan, sedangkan penelitian lain menyebutnya digunakan dalam kegiatan budaya masyarakat Sumba.

Di sejumlah tradisi, kain bermotif tertentu juga dipakai untuk menandai status sosial atau konteks seremonial pemakainya.

Mengapa tenun Sumba penting bagi ekonomi lokal?

Selain nilai budaya, tenun Sumba juga menjadi bagian dari ekonomi kreatif dan perdagangan kerajinan. Sejumlah penelitian menyebut tenun ikat Sumba ikut menjadi sumber pendapatan lokal dan dikerjakan turun-temurun oleh perempuan penenun.

ERIA menyebut kain tenun Sumba Timur sebagai karya seni kreatif orang Sumba yang sudah berlangsung ratusan tahun.

Hal yang perlu diingat tentang tenun Sumba

  • Tenun Sumba adalah kain tenun ikat dari Pulau Sumba, NTT, dan diakui sebagai warisan budaya.
  • Motifnya bukan hiasan semata: kuda, buaya, ayam, dan kakatua membawa makna sosial dan simbolik.
  • Pembuatannya lama; satu karya bisa melalui 42 tahap dan, untuk kain besar, memakan sampai satu tahun.

,

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.