Winston Rondo Soroti Kelangkaan Pertalite di Kota Kupang
Winston Rondo menyoroti kelangkaan Pertalite dan antrean panjang di sejumlah SPBU Kota Kupang. Ia meminta Pertamina membuka data pasokan serta menjelaskan langkah pemulihan ketersediaan BBM.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Kupang — Anggota DPRD NTT Winston Rondo menyoroti kelangkaan Pertalite dan antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Kupang pada Minggu, 11 Oktober 2026. Ia menduga kondisi itu berkaitan dengan pengurangan kuota BBM secara nasional pada 2026.
Winston mengatakan persoalan tersebut bukan hanya kekosongan BBM dan antrean kendaraan. Menurut dia, kelangkaan Pertalite memengaruhi kegiatan ekonomi warga yang bergantung pada BBM untuk bekerja, termasuk tukang ojek, petani, nelayan, dan pedagang kecil.
Ia menyebut warga kehilangan waktu, menanggung biaya tambahan, dan mengalami penurunan penghasilan. Winston juga meminta kecukupan alokasi Pertalite untuk NTT diperiksa berdasarkan kebutuhan riil masyarakat di setiap wilayah.
Dalam laporan tersebut, pengurangan kuota Pertalite secara nasional pada 2026 disebut sebesar 6,28 persen. Winston menduga antrean BBM yang berulang perlu dikaitkan dengan evaluasi perencanaan stok, pasokan, dan distribusi.
Kelangkaan Pertalite berdampak langsung pada aktivitas warga Kupang
Bagi pembaca di Timor, isu ini berkaitan dengan akses energi harian di pusat pemerintahan dan ekonomi NTT. Ketersediaan BBM menentukan mobilitas warga serta pekerjaan yang membutuhkan kendaraan atau mesin.
Winston menyebut beberapa kemungkinan gangguan yang perlu diantisipasi, seperti keterlambatan kapal, peningkatan konsumsi, dan gangguan distribusi. Ia tidak menyatakan kemungkinan kelangkaan itu sebagai upaya mendorong warga memakai BBM yang lebih mahal.
Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT tersebut meminta Pertamina membuka data pasokan kepada publik. Ia juga meminta penjelasan mengenai langkah konkret untuk memulihkan ketersediaan Pertalite di SPBU.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Festival Budaya Lasiana Digelar 7–9 Oktober 2026
Festival Budaya Kelurahan Lasiana 2026 dibuka Pemerintah Kota Kupang di Pantai Lasiana pada 7 Oktober dan berlangsung hingga 9 Oktober untuk pelestari…
Paling ramai di Timor

Berita utama hari ini

Baca juga





