Alat Musik Tradisional Nusa Tenggara Timur: Jenis, Fungsi, dan Asalnya
Banyak orang mencari alat musik tradisional NTT untuk mengenali ciri khas budaya tiap pulau, dari sasando hingga heo dan foy doa.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Nusa Tenggara Timur — paling dikenal sebagai sasando dari Rote, tetapi ragamnya jauh lebih luas: ada heo dari Timor, foy doa dari Ngada, prere, knobe oh, dan beberapa alat pukul, tiup, serta petik lain yang hidup dalam tradisi setempat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menempatkan sasando, foy doa, biola, suling kayu, gong kayu, dan tadaka sebagai contoh utama alat musik tradisional daerah NTT.
Alat musik apa saja yang paling sering disebut dari NTT?
Dalam rujukan Kemdikbud, enam alat musik yang dibahas untuk NTT ialah sasando dari Pulau Rote, foy doa dari Kabupaten Ngada, suling kayu dari Kabupaten Belu, biola dari Timor Tengah Utara, gong kayu dari Pulau Sabu, dan tadaka dari Pulau Sabu. Media lain juga menuliskan daftar yang lebih panjang, termasuk heo, prere, knobe oh, knobe khabetas, leko boko, ketadu mara, dan sowito.
Perbedaan jumlah daftar itu muncul karena sebagian sumber menulis contoh yang terbatas, sementara sumber lain mencoba menghimpun ragam yang lebih banyak dari berbagai kabupaten dan pulau di NTT.
Bagaimana cara memainkan alat-alat itu?
Cara memainkannya berbeda-beda. Sasando dimainkan dengan cara dipetik, heo digesek, foy doa ditiup, prere juga ditiup, sedangkan beberapa alat lain seperti gong kayu dan sowito dimainkan dengan pukulan.
Keragaman cara bunyi ini menunjukkan bahwa istilah “alat musik tradisional NTT” tidak merujuk pada satu instrumen saja, melainkan pada kelompok alat musik dari pulau-pulau yang memiliki fungsi dan bentuk berbeda.
Kenapa sasando paling sering muncul saat orang membahas NTT?
Sasando menjadi ikon karena paling konsisten disebut dalam sumber pendidikan dan media sebagai alat musik khas NTT yang berasal dari Pulau Rote. KBBI, yang dikutip Tribunnews Video, mendefinisikan sasando sebagai alat musik petik dari Pulau Rote yang terdiri atas tabung bambu dengan rentangan beberapa dawai dan ruang resonansi dari daun lontar.
Rujukan Kemdikbud juga menempatkan sasando di antara alat musik tradisional daerah NTT yang dibahas secara khusus, sehingga namanya lebih menonjol dibanding banyak alat musik lokal lain.
Apa arti keragaman alat musik itu bagi NTT?
Keragaman itu memperlihatkan jejak budaya dari wilayah kepulauan NTT yang tersebar di Rote, Timor, Flores, Sabu, Sumba, dan Alor, dengan bentuk musik yang mengikuti bahan dan tradisi setempat. Karena itu, pembahasan alat musik tradisional NTT selalu berkaitan dengan identitas daerah, bukan hanya daftar instrumen.
Alat musik tradisional NTT yang paling sering disebut
- Sasando — dari Pulau Rote, dimainkan dengan dipetik.
- Heo — alat gesek dari Pulau Timor.
- Foy doa — alat tiup dari Kabupaten Ngada, Flores.
- Prere — alat tiup kecil dari NTT, panjangnya sekitar 15 sentimeter menurut Detik.
- Gong kayu dan tadaka — disebut dalam rujukan Kemdikbud sebagai alat musik dari Pulau Sabu.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pendidikan
Unwira Kupang: kampus apa, berdiri kapan, dan di mana lokasinya?
Unwira Kupang adalah kampus swasta Katolik di Kota Kupang yang berdiri pada 24 September 1982. Berikut penjelasan singkat tentang identitas, sejarah,…
Terbaru di Kepulauan

Baca juga





