GAMKI Soroti Krisis Air Bersih di Sejumlah Wilayah Alor
DPC GAMKI Kabupaten Alor menyoroti krisis air bersih akibat El Nino di sejumlah wilayah. Warga disebut membayar hingga Rp500.000 untuk satu tangki berkapasitas sekitar 5.000 liter.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Kalabahi — DPC GAMKI Kabupaten Alor menyoroti krisis air bersih akibat dampak El Nino di sejumlah wilayah Kabupaten Alor pada Senin, 12 Oktober 2026. Laporan itu disampaikan dalam rapat bersama DPD GAMKI NTT dan DPC GAMKI se-NTT pada Minggu, 11 Oktober.
Kekeringan dilaporkan terjadi di wilayah Kepala Burung, Desa Otvai, Kecamatan Kabola, Kecamatan Mataru, Lembur, Kecamatan Pantar Timur, Pulau Tereweng, dan Pulau Pura. GAMKI Alor menyebut sebagian warga harus membeli air dengan harga hingga Rp500.000 untuk satu tangki berkapasitas sekitar 5.000 liter.
Ketua DPC GAMKI Kabupaten Alor Dematrius Mautuka mengatakan krisis juga dirasakan masyarakat di pulau-pulau kecil. Warga Pulau Tereweng dilaporkan mengambil air hingga Kecamatan Pantar Timur. Sebagian warga Pulau Pura mencari air hingga Kecamatan Alor Barat Laut.
GAMKI Alor mendorong pemerintah menjamin ketersediaan air bagi masyarakat daratan dan kepulauan. Usulan yang disebut meliputi penyediaan sumber air setempat, pembangunan penampungan air hujan, penyulingan air laut menjadi air tawar, dan distribusi yang menyesuaikan kondisi geografis.
Krisis air membebani warga daratan dan pulau kecil Alor
Kondisi ini penting bagi pembaca di Alor karena air bersih merupakan kebutuhan dasar, sedangkan biaya satu tangki dapat menjadi beban berat bagi keluarga berpenghasilan rendah. Masalah distribusi juga berbeda antara wilayah daratan dan pulau kecil.
Laporan GAMKI meminta pendataan menyeluruh terhadap desa dan keluarga terdampak. Pendataan itu diperlukan agar bantuan air bersih dapat disalurkan tepat sasaran. Laporan juga menekankan perlunya perhatian khusus bagi wilayah kepulauan.
Di sejumlah wilayah yang disebut, warga menghadapi jarak pengambilan air yang lebih jauh. Pulau Tereweng dan Pulau Pura menjadi contoh wilayah yang membutuhkan sumber air setempat dan sistem distribusi sesuai kondisi geografis. Sumber laporan tidak menyebutkan jumlah warga terdampak, jadwal distribusi bantuan, atau keputusan pemerintah daerah setelah usulan tersebut disampaikan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kepulauan
KM Awu Singgah di Kupang dan Kalabahi pada 8 Oktober
KM Awu dijadwalkan tiba di Pelabuhan Kupang pada 8 Oktober 2026 pukul 01.00 WITA dan berangkat pukul 06.00 WITA. Kapal kemudian menuju Kalabahi dan ti…
Terbaru di Kepulauan
Berita utama hari ini

Baca juga




