NTT Hari Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026

Antrean BBM Terjadi di Tiga SPBU Kefamenanu pada 8 Oktober

Antrean kendaraan terjadi di tiga SPBU Kefamenanu pada 8 Oktober 2026. Pertamina mengaitkannya dengan tingginya konsumsi Pertalite dan menyiapkan suplai alternatif melalui terminal di Kupang.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Foto hitam putih jarak dekat nozel pompa bensin sedang mengisi tangki bahan bakar mobil.
Ilustrasi: Foto hitam putih jarak dekat nozel pompa bensin sedang mengisi tangki bahan bakar mobil. · Foto: Anyana Webb / Pexels

Kota Kefamenanu — Antrean kendaraan terjadi di tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Kefamenanu pada 8 Oktober 2026. Pertamina Patra Niaga menyatakan antrean dipengaruhi tingginya konsumsi Pertalite dan pembelian pada jam yang sama.

Mengapa ini penting: Antrean memengaruhi pelayanan BBM bersubsidi di tiga SPBU Kefamenanu, sementara Pertamina menyiapkan penguatan pasokan setelah kapal MT Geraldine diperkirakan tiba pada 10 Oktober 2026.

Menurut Pertamina, perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi turut meningkatkan tekanan pada pasokan. Antrean kembali memanjang setelah pelayanan BBM di sejumlah SPBU sempat berangsur normal selama sekitar tiga pekan.

Area Manager Communication, Relations and Corporate Social Responsibility PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan perusahaan berkoordinasi dengan Fuel Terminal Atapupu dan Integrated Terminal Tenau untuk mempercepat pasokan ke wilayah Timor Tengah Utara.

Pertamina juga menyiapkan skema suplai alternatif dari Integrated Terminal Tenau. Koordinasi dengan Fuel Terminal Atapupu terus dioptimalkan karena penyesuaian ketersediaan stok di terminal tersebut.

Pengiriman melalui skema Reguler Alternatif Emergency akan kembali dioptimalkan setelah kapal MT Geraldine diperkirakan tiba pada 10 Oktober 2026. Pertamina tidak menyebut antrean itu sebagai akibat pengurangan kuota pengiriman.

Perusahaan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara dan aparat penegak hukum untuk mengawasi penyaluran BBM. Pengelola SPBU diminta melayani pembelian secara tertib dan tidak melayani pembelian berulang yang terindikasi sebagai praktik pelangsiran.

Pertamina juga meminta penyaluran BBM bersubsidi dan BBM yang mendapat kompensasi negara tetap sesuai peruntukan. Masyarakat diminta tidak membeli secara berlebihan karena tindakan itu dapat memperpanjang antrean dan mengganggu pelayanan konsumen lain.

Antrean sempat kembali memanjang

Laporan iNewsTTU pada 8 Oktober menyebut antrean kembali terjadi di tiga SPBU Kefamenanu dan mengganggu pelayanan BBM bersubsidi. Laporan itu juga memuat dugaan warga tentang pengurangan kuota pengiriman, tetapi dugaan tersebut belum menjadi penjelasan resmi.

Pada 9 Oktober, Pertamina menyampaikan faktor konsumsi, pembelian bersamaan, dan perpindahan konsumen ke BBM subsidi sebagai penyebab antrean. Perusahaan menyatakan langkah koordinasi distribusi dilakukan untuk menjaga kebutuhan BBM masyarakat Kefamenanu tetap terpenuhi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Timor

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.