Arti frasa dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote
Frasa ini merujuk pada Indonesia dari ujung barat, timur, utara, dan selatan, dengan Rote mewakili batas selatan dalam ungkapan kebangsaan yang juga dipakai dalam pidato resmi.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Frasa “dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote” dipakai untuk menyebut bentang Indonesia dari ujung barat ke timur, lalu menambah utara dan selatan agar cakupannya lengkap. Dalam penjelasan resmi Presiden, frasa ini dipakai sebagai gambaran pembangunan yang menjangkau seluruh pelosok Tanah Air, termasuk Rote di Nusa Tenggara Timur.
Apa arti frasa itu?
Dalam lagu wajib nasional Dari Sabang Sampai Merauke, Sabang dan Merauke dipakai sebagai lambang ujung barat dan ujung timur Indonesia, sedangkan lirik “berjajar pulau-pulau” menegaskan Indonesia sebagai negara kepulauan.
Ketika ditambah menjadi “dari Miangas sampai Pulau Rote”, maknanya meluas dari sekadar barat-timur menjadi empat penjuru wilayah Indonesia, termasuk titik utara dan selatan yang sering disebut dalam pidato kenegaraan dan pemberitaan resmi.
Mengapa Rote ikut disebut?
Pulau Rote disebut karena menjadi rujukan wilayah paling selatan Indonesia dalam penggunaan frasa itu. Dalam catatan Universitas Airlangga, titik 0 selatan Indonesia berada di Pulau Rote, dan frasa tersebut memang dipakai untuk menggambarkan cakupan wilayah nasional hingga ujung selatan.
Di sisi lain, Rote juga hadir dalam pidato Presiden pada 8 Januari 2018 di Kabupaten Rote, Nusa Tenggara Timur, saat ia menegaskan pembangunan menjangkau seluruh pelosok Tanah Air “dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote”.
Apakah ini nama lagu atau sekadar ungkapan?
Frasa dasarnya berasal dari lagu nasional Dari Sabang Sampai Merauke, yang menurut sejumlah sumber pendidikan dan media nasional menonjolkan persatuan Indonesia sebagai negara kepulauan.
Namun, bentuk lengkap “dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote” lebih sering muncul sebagai ungkapan kebangsaan dalam pidato, penjelasan kebijakan, dan narasi pembangunan, bukan sebagai judul lagu.
Di mana letak Miangas dan Pulau Rote dalam ungkapan itu?
- Miangas dipakai sebagai penanda wilayah paling utara Indonesia dalam penggunaan frasa tersebut.
- Pulau Rote dipakai sebagai penanda wilayah paling selatan Indonesia dalam penggunaan frasa tersebut.
- Sabang dan Merauke tetap menjadi penanda barat dan timur yang paling dikenal dalam lagu wajib nasional itu.
Apa kaitannya dengan NTT?
Bagi pembaca di Nusa Tenggara Timur, frasa ini menempatkan Rote sebagai simbol batas selatan negara dan menegaskan bahwa daerah kepulauan di NTT masuk dalam gambaran utuh Indonesia. Dalam pidato Presiden di Rote, ungkapan itu dipakai untuk menekankan pemerataan pembangunan ke daerah paling luar sekalipun.
Karena itu, saat orang menyebut frasa ini, yang dimaksud bukan sekadar lirik lagu, melainkan juga ide tentang Indonesia yang menyatu dari wilayah terluar di utara, selatan, barat, dan timur.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Bandara Maumere: nama resmi, lokasi, rute, dan alasan sering diberitakan
Bandara Maumere adalah sebutan populer untuk Bandar Udara Frans Seda di Sikka, NTT. Berikut penjelasan singkat tentang nama resmi, lokasi, rute, dan a…
Paling ramai di Kepulauan
Berita utama hari ini

Baca juga





