NTT Hari Ini

Rabu, 30 September 2026

Bupati Rote Ndao Sebut Ada Upaya Menghambat Pembangunan K-SIGN

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyebut ada pihak yang berupaya menggagalkan pembangunan K-SIGN. Pemerintah daerah tetap mengawal proyek dan menyiapkan pengerjaan dua dari tujuh lokasi.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Pemandangan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.
Foto arsip: Pemandangan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. · Foto: Salmanbiroe / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Rote — Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyatakan pemerintah daerah mengawal pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao pada 29 September 2026.

Mengapa ini penting: Perkembangan ini memberi informasi kepada warga Rote Ndao tentang kelanjutan proyek industri garam, termasuk dua lokasi yang akan segera dikerjakan dan tahapan pembangunan kawasan.

Menurut laporan RRI, Paulus menyebut ada pihak tertentu yang berupaya menggagalkan pembangunan K-SIGN dengan menyampaikan informasi yang dinilainya tidak benar kepada Menteri Kelautan dan Perikanan. Pemerintah daerah, kata dia, akan menghadapi setiap upaya yang dinilai menghambat proyek tersebut.

Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan yang membahas perkembangan pembangunan K-SIGN, yang merupakan Proyek Strategis Nasional. Menteri Kelautan dan Perikanan menegaskan dukungannya terhadap pembangunan dan penyelesaian kawasan tersebut.

Pembangunan bertahap

Dari tujuh lokasi yang diajukan, dua lokasi akan segera dikerjakan secara bertahap. Kedua lokasi itu berada di Papela dan Oenggae. Lima lokasi lainnya akan dikembangkan secara bertahap.

Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebut K-SIGN di Rote Ndao telah memasuki pembangunan tahap kedua. Tahap pertama seluas 616 hektare telah rampung dan disiapkan untuk memasuki fase produksi. Tahap kedua mencakup pengadaan tanah seluas 751 hektare serta pembangunan infrastruktur pendukung.

Setelah seluruh tahapan selesai, kawasan K-SIGN ditargetkan memiliki luas 1.367 hektare. Kementerian menyatakan pembangunan kawasan ini mencakup infrastruktur produksi, akses logistik, serta pengembangan ekosistem pendukung bagi masyarakat pesisir.

Pembangunan K-SIGN dimulai melalui kick-off di Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur. Pemerintah pusat menetapkan pembangunan kawasan itu untuk mendukung produksi garam nasional.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kepulauan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.