NTT Hari Ini

Rabu, 30 September 2026

Industri Garam Rote Ndao Ditargetkan Serap Tenaga Kerja Lokal

Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Rote Ndao diarahkan untuk memperluas produksi sekaligus menyerap tenaga kerja lokal. Produksi perdana ditargetkan pada November 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Pemandangan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.
Foto arsip: Pemandangan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. · Foto: Salmanbiroe / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Rote — PT Nindya Karya membangun Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Kabupaten Rote Ndao sebagai Proyek Strategis Nasional. Pernyataan mengenai potensi lapangan kerja lokal itu disampaikan Wakil Manajer Proyek PT Nindya Karya, Eko, pada 28 September 2026.

Mengapa ini penting: Proyek K-SIGN diarahkan untuk menyerap tenaga kerja lokal dan produksi perdananya ditargetkan pada November 2026.

Menurut laporan RRI, industri tersebut tidak hanya diarahkan untuk memproduksi garam, tetapi juga mendorong kegiatan ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Eko berharap pengelola melibatkan lebih banyak warga, terutama anak muda Rote Ndao.

Pembangunan kawasan

K-SIGN Rote Ndao dikembangkan sebagai kawasan produksi garam modern. RRI melaporkan pembangunan telah memasuki tahap kedua, dengan total kawasan yang dibangun mencapai 1.368,25 hektare.

Kawasan itu masih berpotensi diperluas hingga 10.764 hektare melalui kerja sama pemerintah dan sektor swasta. Produktivitasnya ditargetkan mencapai 200 ton per hektare per tahun, dengan kadar natrium klorida hingga 97 persen.

Pemerintah sebelumnya menargetkan produksi garam perdana K-SIGN pada November 2026. Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan uji coba produksi pada lahan tahap pertama seluas 616 hektare yang telah selesai dibangun, menurut laporan CNBC Indonesia pada 2 September 2026.

Pelibatan warga

RRI mengutip Eko yang menyatakan keberadaan industri garam dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pekerjaan. Ia tidak menyebutkan jumlah tenaga kerja, nilai investasi, atau jumlah warga yang telah menerima manfaat dari proyek tersebut.

Bupati Rote Ndao juga membahas perkembangan pembangunan K-SIGN dalam sebuah pertemuan pada 29 September 2026. Pemerintah daerah menyebut program itu diharapkan membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dua lokasi yang disebut berada di Papela dan Oenggae, sementara lima lokasi lain akan dikembangkan bertahap.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kepulauan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.