Industri Garam Rote Ndao Ditargetkan Serap Tenaga Kerja Lokal
Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Rote Ndao diarahkan untuk memperluas produksi sekaligus menyerap tenaga kerja lokal. Produksi perdana ditargetkan pada November 2026.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Rote — PT Nindya Karya membangun Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Kabupaten Rote Ndao sebagai Proyek Strategis Nasional. Pernyataan mengenai potensi lapangan kerja lokal itu disampaikan Wakil Manajer Proyek PT Nindya Karya, Eko, pada 28 September 2026.
Mengapa ini penting: Proyek K-SIGN diarahkan untuk menyerap tenaga kerja lokal dan produksi perdananya ditargetkan pada November 2026.
Menurut laporan RRI, industri tersebut tidak hanya diarahkan untuk memproduksi garam, tetapi juga mendorong kegiatan ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Eko berharap pengelola melibatkan lebih banyak warga, terutama anak muda Rote Ndao.
Pembangunan kawasan
K-SIGN Rote Ndao dikembangkan sebagai kawasan produksi garam modern. RRI melaporkan pembangunan telah memasuki tahap kedua, dengan total kawasan yang dibangun mencapai 1.368,25 hektare.
Kawasan itu masih berpotensi diperluas hingga 10.764 hektare melalui kerja sama pemerintah dan sektor swasta. Produktivitasnya ditargetkan mencapai 200 ton per hektare per tahun, dengan kadar natrium klorida hingga 97 persen.
Pemerintah sebelumnya menargetkan produksi garam perdana K-SIGN pada November 2026. Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan uji coba produksi pada lahan tahap pertama seluas 616 hektare yang telah selesai dibangun, menurut laporan CNBC Indonesia pada 2 September 2026.
Pelibatan warga
RRI mengutip Eko yang menyatakan keberadaan industri garam dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pekerjaan. Ia tidak menyebutkan jumlah tenaga kerja, nilai investasi, atau jumlah warga yang telah menerima manfaat dari proyek tersebut.
Bupati Rote Ndao juga membahas perkembangan pembangunan K-SIGN dalam sebuah pertemuan pada 29 September 2026. Pemerintah daerah menyebut program itu diharapkan membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dua lokasi yang disebut berada di Papela dan Oenggae, sementara lima lokasi lain akan dikembangkan bertahap.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Timor
349 Lulusan IAKN Kupang Diwisuda di Kota Kupang
Sebanyak 349 lulusan IAKN Kupang Angkatan X diwisuda di Gedung GMT Center, Kota Kupang. Mereka didorong mengabdi melalui pendidikan, kewirausahaan, ek…
Terbaru di Kepulauan

Berita utama hari ini

Baca juga





