NTT Hari Ini

Senin, 5 Oktober 2026

Lima Unit Huntara Selesai, 184 Lainnya Masih Berproses di Manggarai

BNPB membangun 189 hunian sementara bagi warga Manggarai yang rumahnya rusak berat akibat gempa Flores. Lima unit telah selesai, sementara pembangunan lainnya masih berlangsung.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan balok papan kayu tersusun rapi di area luar pabrik atau gudang terbuka.
Ilustrasi: Tumpukan balok papan kayu tersusun rapi di area luar pabrik atau gudang terbuka. · Foto: Mark Stebnicki / Pexels

Manggarai — Sebanyak lima unit hunian sementara telah rampung dari total alokasi 189 unit bagi warga terdampak gempa bumi. Perkembangan ini dicatat Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Manggarai hingga Rabu, 30 September 2026, dan dilaporkan pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Pembangunan dilakukan untuk warga yang rumahnya rusak berat akibat gempa Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. BNPB menyebut lima unit yang selesai telah mencapai progres 100 persen. Sebanyak 41 unit berada pada progres 50 hingga 90 persen, sedangkan 65 unit lainnya masih berada di bawah 50 persen. Ada pula 78 unit yang masih dalam tahap persiapan lahan.

Lima unit yang selesai tersebar di Desa Compang Carep, Kecamatan Langke Rembong; Kelurahan Salama, Kecamatan Reok; Kelurahan Reo Baru, Kecamatan Reok; serta Desa Satar Ngkeling, Kecamatan Wae Ri’i. Rinciannya masing-masing satu unit di tiga lokasi pertama dan dua unit di Desa Satar Ngkeling.

Mengapa perkembangan huntara di Manggarai penting

Data ini menunjukkan bahwa penanganan pascagempa di Pulau Flores berlangsung bertahap dan tidak seragam di setiap lokasi. Pembaca di kabupaten terdampak perlu membedakan unit yang sudah selesai, unit yang masih dikerjakan, dan lokasi yang baru memasuki persiapan lahan.

Jumlah 189 unit merupakan alokasi pembangunan yang sedang berjalan. BNPB juga menyampaikan bahwa kebutuhan sementara bagi rumah rusak berat di Kabupaten Manggarai diperkirakan mencapai 1.974 unit. Angka tersebut masih dapat berubah karena verifikasi dan validasi terus berlangsung, termasuk akibat gempa susulan.

Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI Asep Dedy Darmadi menyatakan seluruh huntara ditargetkan selesai pada November 2026. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada penyelesaian unit yang masih berada dalam tahap konstruksi dan kesiapan lahan untuk unit lainnya.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Flores

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.