NTT Hari Ini

Selasa, 13 Oktober 2026

Sertifikat Indikasi Geografis Perkuat Perlindungan Tenun Belu

Tenun Belu menerima sertifikat indikasi geografis dalam kegiatan Pengembangan Produk Unggulan Daerah di Atambua pada 13 Oktober 2026. Sertifikasi ditujukan untuk memperkuat perlindungan dan nilai ekonomi perajin.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kain tenun bergaris horizontal dengan dominasi warna merah, cokelat, dan hijau.
Ilustrasi: Kain tenun bergaris horizontal dengan dominasi warna merah, cokelat, dan hijau. · Foto: Tanpa nama / rawpixel (Openverse), CC0

Atambua — Tenun Belu menerima sertifikat indikasi geografis dalam kegiatan Pengembangan Produk Unggulan Daerah di Gedung Betelalenok, Atambua, Kabupaten Belu, Selasa, 13 Oktober 2026.

Sertifikat diserahkan oleh Perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Timur kepada Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Belu. Penyerahan itu merupakan bagian dari kerja sama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Timur dan Pemerintah Kabupaten Belu.

Sertifikasi ditujukan untuk memperkuat perlindungan hukum atas warisan budaya daerah. Pengakuan tersebut juga diharapkan memperluas pemasaran, meningkatkan nilai jual hasil kerajinan, dan memperkuat daya saing produk lokal.

Sertifikasi memperkuat posisi perajin Belu

Bagi pembaca di Pulau Timor, sertifikat ini memberi dasar perlindungan yang lebih kuat bagi tenun Belu sebagai produk berbasis potensi lokal. Perlindungan indikasi geografis mengaitkan produk dengan wilayah asalnya dan dapat membantu menjaga identitas budaya yang diwariskan masyarakat.

Kegiatan di Atambua juga menempatkan pengembangan produk unggulan daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai ekonomi bagi para perajin di Kabupaten Belu. Tenun tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai produk yang perlu dikembangkan dan dipasarkan.

Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan kegiatan tersebut bersama Pemerintah Kabupaten Belu. Acara berlangsung di Gedung Betelalenok dan dihadiri unsur pemerintah daerah serta pelaku budaya dan perajin tenun.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Kepulauan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.