NTT Hari Ini

Rabu, 30 September 2026

BMKG Prakirakan Gelombang Sedang di Perairan Flores dan Komodo

BMKG memprakirakan gelombang sedang setinggi lebih dari 1,25 hingga 2,5 meter pada sejumlah perairan Flores, Alor-Pantar, Sumba, Timor-Rote, dan sekitar Komodo pada 29–30 September 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Labuan Bajo Harbor.
Foto arsip: Labuan Bajo Harbor. · Foto: prilfish / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Labuan Bajo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gelombang sedang pada 29–30 September 2026 di sejumlah perairan sekitar Flores, Alor-Pantar, Sumba, Sabu-Raijua, Timor-Rote, dan Taman Nasional Komodo.

Gelombang kategori sedang memiliki ketinggian lebih dari 1,25 hingga 2,5 meter. Wilayah yang masuk prakiraan meliputi Selat Sape, Selat Pantar, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba Bagian Barat, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, perairan selatan Timor-Rote, dan perairan Taman Nasional Komodo.

Gelombang sedang berdampak pada pelayaran antarpulau

Prakiraan ini mencakup jalur perairan yang menghubungkan pulau dan kabupaten di Nusa Tenggara Timur. Kondisi tersebut perlu diperhatikan nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang beraktivitas di laut, terutama di kawasan Flores, Lembata, Alor, Sumba, Sabu-Raijua, Timor, Rote, dan sekitar Komodo.

Untuk wilayah Flores dan Lembata, perhatian BMKG mencakup Selat Sape, Selat Pantar, perairan selatan Flores, dan perairan Taman Nasional Komodo. Di kawasan Alor-Pantar, gelombang sedang diprakirakan di perairan selatan Alor-Pantar. Laut Sawu dan Selat Ombai turut mencakup jalur laut menuju kawasan Sabu-Raijua, Timor, Rote, dan pulau-pulau di sekitarnya.

Prakiraan pada periode yang sama juga mencakup perairan selatan Sumba dan Selat Sumba Bagian Barat. Rincian wilayah ini menunjukkan bahwa kondisi laut tidak hanya berada di sekitar Flores, tetapi juga menjangkau jalur pelayaran antarpulau di bagian selatan Nusa Tenggara Timur.

RRI melaporkan bahwa pada periode 29–30 September 2026 BMKG tidak memprakirakan gelombang kategori tinggi. Gelombang tinggi disebut nihil untuk periode tersebut. Prakiraan gelombang sedang berlanjut pada 30 September hingga 1 Oktober 2026 di sejumlah wilayah, termasuk Laut Sawu, perairan selatan Sumba, perairan Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, perairan selatan Timor-Rote, dan perairan Taman Nasional Komodo.

Nelayan dan operator kapal perlu menyesuaikan kegiatan dengan informasi maritim terbaru serta memperhatikan arahan otoritas setempat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.