NTT Hari Ini

Selasa, 29 September 2026

Lewotolok Catat 177 Letusan Selama Pemantauan 24 Jam

Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata tercatat 177 kali meletus dalam pemantauan 24 jam. Kolom abu mencapai 200–600 meter dan erupsi disertai dentuman lemah.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Gebeurtenis: 1899-1900, Siboga-expeditie naar Nederlands Oost-Indië, onder leiding van Max Wilhelm Carl Weber Lomblem (Lomblen) De zuidwesthoek van…
Foto arsip: Gebeurtenis: 1899-1900, Siboga-expeditie naar Nederlands Oost-Indië, onder leiding van Max Wilhelm Carl Weber Lomblem (Lomblen) De zuidwesthoek van het eiland, de ingang. · Foto: Hugo Frederik Nierstrasz / Wikimedia Commons, Public domain

Lembata — Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata mengalami 177 kali letusan dalam periode pengamatan 27 September 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 WITA. Pengamatan itu disampaikan petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok pada 28 September 2026.

Kolom abu teramati setinggi 200–600 meter. Asap letusan berwarna putih dan kelabu. Aktivitas tersebut disertai gemuruh dan dentuman lemah. Data seismogram menunjukkan amplitudo 19,5–40 milimeter dengan durasi letusan sekitar 30–84 detik.

Petugas juga mencatat lontaran material pijar di sekitar kawah. Pada periode yang sama, terjadi dua kali gempa guguran, 165 kali hembusan, dua kali tremor nonharmonik, dua kali tremor harmonik, dua kali fase banyak, dua kali gempa vulkanik dalam, dua kali gempa tektonik lokal, dan satu kali gempa tektonik jauh.

Aktivitas Lewotolok berdampak pada keselamatan di Lembata

Gunung Ile Lewotolok berada pada Level II atau Waspada. Status ini membuat zona sekitar kawah perlu diperhatikan oleh warga dan wisatawan di Pulau Lembata, Flores dan Lembata. Sumber laporan menyebut masyarakat maupun wisatawan tidak diperbolehkan memasuki atau beraktivitas dalam radius 2 kilometer hingga 3 kilometer dari pusat gunung.

Batas larangan tersebut penting karena pengamatan juga menemukan lontaran material pijar. Informasi aktivitas gunung mencakup jumlah letusan, tinggi kolom abu, karakter suara, serta rekaman kegempaan pada satu periode pemantauan 24 jam.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok menjadi sumber keterangan mengenai aktivitas tersebut. Laporan yang tersedia tidak menyebut adanya korban, pengungsian, penutupan transportasi, atau perubahan status setelah pengamatan itu.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Flores

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.