NTT Hari Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026

BMKG Prakirakan Musim Hujan NTT Mundur hingga Desember 2026

BMKG memprakirakan 27 Zona Musim di Nusa Tenggara Timur baru memasuki musim hujan pada Desember 2026. Risiko kekeringan dan penyesuaian jadwal tanam berlanjut.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Permukaan tanah cokelat yang kering dan retak-retak dilihat dari atas.
Ilustrasi: Permukaan tanah cokelat yang kering dan retak-retak dilihat dari atas. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Kupang — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim hujan 2026/2027 di Nusa Tenggara Timur mundur. Sebagian kecil wilayah mulai memasuki musim hujan pada November 2026, sedangkan sebagian besar wilayah baru mengalaminya pada Desember 2026.

Prakiraan itu dikaitkan dengan El Niño berintensitas sangat kuat dan pengaruh Indian Ocean Dipole (IOD) terhadap berkurangnya curah hujan. Kondisi tersebut memperpanjang periode kering di sejumlah wilayah. BMKG memprakirakan El Niño masih bertahan hingga awal 2027.

Untuk Nusa Tenggara Timur, data yang dirangkum Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebut satu Zona Musim atau 2,84 persen diprakirakan memasuki musim hujan pada November 2026. Sebanyak 27 Zona Musim atau 97,16 persen lainnya diperkirakan baru memasuki musim hujan pada Desember 2026.

Prakiraan ini mencakup wilayah di Pulau Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor. Rincian waktu per kabupaten tidak disebutkan dalam laporan yang tersedia, sehingga awal musim hujan setiap kabupaten belum dapat dipastikan secara terpisah.

Musim hujan yang mundur memperpanjang risiko kekeringan

Mundurnya hujan meningkatkan risiko kekeringan dan berpengaruh pada ketersediaan air serta penyesuaian jadwal tanam. Sebanyak 26 Zona Musim di Nusa Tenggara Timur diprakirakan mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normal.

Warga dan pemerintah daerah perlu menggunakan prakiraan berbasis wilayah sebagai dasar mitigasi. Pemantauan curah hujan dan pembaruan informasi BMKG diperlukan karena awal musim hujan berlangsung bertahap, bukan serentak di seluruh Nusa Tenggara Timur.

BMKG juga menyebut IOD positif berpeluang bertahan setidaknya hingga akhir 2026. Dengan kombinasi faktor tersebut, sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur diperkirakan tetap menghadapi periode kering lebih lama sebelum hujan meluas pada Desember 2026.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.