BMKG Prakirakan Musim Hujan NTT Mundur hingga Desember 2026
BMKG memprakirakan 27 Zona Musim di Nusa Tenggara Timur baru memasuki musim hujan pada Desember 2026. Risiko kekeringan dan penyesuaian jadwal tanam berlanjut.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Kupang — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim hujan 2026/2027 di Nusa Tenggara Timur mundur. Sebagian kecil wilayah mulai memasuki musim hujan pada November 2026, sedangkan sebagian besar wilayah baru mengalaminya pada Desember 2026.
Prakiraan itu dikaitkan dengan El Niño berintensitas sangat kuat dan pengaruh Indian Ocean Dipole (IOD) terhadap berkurangnya curah hujan. Kondisi tersebut memperpanjang periode kering di sejumlah wilayah. BMKG memprakirakan El Niño masih bertahan hingga awal 2027.
Untuk Nusa Tenggara Timur, data yang dirangkum Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebut satu Zona Musim atau 2,84 persen diprakirakan memasuki musim hujan pada November 2026. Sebanyak 27 Zona Musim atau 97,16 persen lainnya diperkirakan baru memasuki musim hujan pada Desember 2026.
Prakiraan ini mencakup wilayah di Pulau Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor. Rincian waktu per kabupaten tidak disebutkan dalam laporan yang tersedia, sehingga awal musim hujan setiap kabupaten belum dapat dipastikan secara terpisah.
Musim hujan yang mundur memperpanjang risiko kekeringan
Mundurnya hujan meningkatkan risiko kekeringan dan berpengaruh pada ketersediaan air serta penyesuaian jadwal tanam. Sebanyak 26 Zona Musim di Nusa Tenggara Timur diprakirakan mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normal.
Warga dan pemerintah daerah perlu menggunakan prakiraan berbasis wilayah sebagai dasar mitigasi. Pemantauan curah hujan dan pembaruan informasi BMKG diperlukan karena awal musim hujan berlangsung bertahap, bukan serentak di seluruh Nusa Tenggara Timur.
BMKG juga menyebut IOD positif berpeluang bertahan setidaknya hingga akhir 2026. Dengan kombinasi faktor tersebut, sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur diperkirakan tetap menghadapi periode kering lebih lama sebelum hujan meluas pada Desember 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Penerimaan Pajak NTT Capai Rp1.521 Miliar hingga Agustus 2026
Penerimaan pajak Nusa Tenggara Timur mencapai Rp1.521 miliar per 31 Agustus 2026. Direktorat Jenderal Pajak juga menegaskan tarif PPh final UMKM 0,5 p…
Terbaru di Bencana

Baca juga





