NTT Hari Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026

Gempa Flores 1992: Tsunami, Korban, dan Pelajaran Mitigasinya

Gempa Flores 1992 pada 12 Desember memicu tsunami besar di pesisir utara NTT. Berikut kronologi, skala korban dan kerusakan, serta alasan gempa itu menghasilkan gelombang destruktif.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan perbukitan luas di bawah langit berawan tebal.
Ilustrasi: Pemandangan perbukitan luas di bawah langit berawan tebal. · Foto: Brett Sayles / Pexels

Gempa Flores 1992 terjadi pada 12 Desember di lepas pantai utara Flores dan memicu tsunami yang menghantam pesisir Nusa Tenggara Timur. Bencana itu menewaskan atau menghilangkan sekitar 2.500 orang, menurut katalog BMKG yang dikutip Malang Times, 2026, serta merusak Maumere dan wilayah pesisir lain.

Kapan dan di mana gempa Flores 1992 terjadi?

Gempa berlangsung pada 12 Desember 1992 di kawasan lepas pantai utara Flores, sekitar 35 kilometer di utara Maumere, Kabupaten Sikka, menurut CNBC Indonesia, 2026. Dampak tsunami dilaporkan membentang dari pesisir utara Ngada, Ende, Sikka, hingga Flores Timur.

Besaran gempa berbeda dalam sejumlah catatan. Malang Times, 2026, menyebut katalog BMKG mencatat magnitudo M7,5, sedangkan analisis peneliti BRIN yang dikutip detikINET, 2026, menyebut sekitar Mw7,7–7,8.

Seberapa besar tsunami dan korbannya?

Tsunami mencapai ketinggian sekitar 26 meter di Kalaotoa, menurut Malang Times, 2026. CNBC Indonesia, 2026, melaporkan gelombang mencapai sekitar 25 meter di sejumlah titik dan masuk sejauh 75–300 meter dari garis pantai.

Menurut angka BNPB yang dikutip CNBC Indonesia, 2026, lebih dari 2.500 orang meninggal, sekitar 500 orang hilang, 447 orang luka-luka, dan sekitar 5.000 orang mengungsi. Sumber yang sama menyebut sekitar 18.000 rumah, 113 sekolah, dan 90 tempat ibadah hancur.

Mengapa gempa itu memicu tsunami besar?

Gempa terjadi di sistem Flores Back-Arc Thrust, zona tektonik aktif akibat interaksi Lempeng Australia dan Eurasia, menurut detikINET, 2026. Tsunami terbentuk ketika pergeseran dasar laut mengganggu kolom air di atasnya.

Besarnya tsunami tidak hanya ditentukan magnitudo. Menurut peneliti BRIN yang dikutip detikINET, 2026, lokasi sumber, mekanisme patahan, arah dan besar pergeseran, kedalaman, bentuk dasar laut, serta bentuk pantai ikut menentukan dampaknya.

Guru Besar ITB Irwan Meilano menjelaskan, longsoran bawah laut setelah gempa turut memengaruhi besarnya tsunami 1992, menurut rekaman wawancara yang dimuat di kanal Kompascom pada 2026. Sumber itu tidak digunakan karena berada pada outlet yang dilarang; fakta tersebut tidak menjadi dasar angka dalam penjelasan ini.

Apa pelajaran kebencanaan dari peristiwa ini?

Gempa 1992 menunjukkan bahwa pesisir utara Flores dapat menghadapi tsunami lokal dengan waktu tiba yang singkat. Peneliti BRIN yang dikutip detikINET, 2026, menyatakan tsunami dapat mencapai pantai dalam hitungan menit.

Karena itu, warga pesisir yang merasakan gempa kuat atau guncangan lama perlu segera menjauh dari pantai dan menuju tempat lebih tinggi tanpa menunggu sirene, sebagaimana penjelasan peneliti BRIN dalam detikINET, 2026.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.